STFT Fajar Timur Berubah Status Menjadi Universitas Katolik Fajar Timur Papua
Jayapura – Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi (STFT) Fajar Timur secara resmi berubah menjadi Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua. Peresmian ini dilakukan usai Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura.
Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel Semuel Mofu, mengungkapkan bahwa perubahan status ini merupakan buah dari visi besar Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You. Ia mengenang percakapan tiga tahun lalu ketika Uskup Jayapura menyampaikan keinginan mendirikan universitas Katolik di Papua.
“Saat itu saya menyampaikan bahwa peluang emasnya adalah dengan mengubah bentuk STFT Fajar Timur. Kini institusi ini telah membuktikan diri siap untuk naik kelas,” ujarnya dalam sambutan sebelum menyerahkan Surat Keputusan (SK) pendirian universitas.
Berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 30/B/O/2026, Unika Fajar Timur Papua tidak lagi terbatas pada kajian keagamaan, tetapi juga membuka program studi di bidang sains dan teknologi. Pada tahap awal, universitas ini membuka lima program studi, yakni Ilmu Teologi, Farmasi, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, dan Akuntansi, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Papua.
Mulai tahun akademik 2026, Unika Fajar Timur Papua telah membuka pendaftaran mahasiswa baru. Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, universitas ini akan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah.
Dr. Mofu menegaskan bahwa transformasi ini juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan dosen dan akses pendidikan mahasiswa. Pemerintah, kata dia, mengalokasikan dana sekitar Rp25 miliar untuk 867 dosen yayasan bersertifikasi. Selain itu, program beasiswa KIP Kuliah tetap dilanjutkan, yang sejak 2020 telah menjangkau lebih dari 20.088 penerima di wilayah Papua.
Ia juga menjamin bahwa mahasiswa Unika Fajar Timur Papua akan tetap menjadi prioritas dalam penerimaan beasiswa pemerintah melalui LLDIKTI.
Peresmian universitas ditandai dengan penyerahan SK Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, yang diwakili Dr. Mofu, kepada Ketua Yayasan STTK Papua, Pater Gabriel Ngga, OFM. Penyerahan tersebut disaksikan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Bupati Jayapura Yunus Wonda, serta tokoh pendidikan dan kesehatan seperti Dr. drg. Aloysius Giyai, M.Kes, dan dosen Universitas Cenderawasih, Petrus Bahtiar.
Pihak universitas berharap kehadiran Unika Fajar Timur Papua mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat dan berakar pada nilai-nilai Kristiani.
