Tolak Narasi Pelanggaran HAM, Herman Yoku Imbau Jaga Stabilitas

Keerom – Kepala Suku Wikaya Keerom, Herman Albert Yoku, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak terprovokasi oleh gerakan atau kelompok yang dianggap berupaya merongrong stabilitas nasional.

Dia menegaskan bahwa status Papua sebagai bagian dari Indonesia telah sah secara hukum internasional.

Herman menegaskan bahwa integrasi Papua ke dalam NKRI telah selesai sejak tahun 1963, dan dipertegas melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, gerakan seperti Melanesia Barat, KNPB, dan ULMWP merupakan faksi yang tidak memiliki legitimasi.

“Semua kegiatan yang dibuat baik Melanesia Barat, KNPB dan ULMWP, semua adalah faksi-faksi yang tidak jelas. Papua sudah selesai persoalannya. Tidak ada ruang dan tidak akan didengar PBB,” tegasnya.

Dia juga menyinggung isu hak asasi manusia (HAM) yang kerap dikaitkan dengan agenda kelompok tersebut jelang peringatan Hari HAM Sedunia. Herman menilai upaya itu hanya memanfaatkan momentum untuk menciptakan kegaduhan, dan ia menolak narasi bahwa terjadi pelanggaran HAM sistematis di Papua.

“Tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi. Jangan mengaitkan Hari HAM Sedunia ke dalam NKRI, karena setiap negara punya aturan hukum,” ujarnya.

Herman mengimbau masyarakat Papua untuk tetap beraktivitas seperti biasa, baik pelaku usaha, ASN, TNI-Polri maupun masyarakat umum, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak terlibat kegiatan yang bertentangan dengan hukum, termasuk aksi kerumunan yang berujung ricuh seperti insiden konser beberapa waktu lalu.

“Jangan kita membuat kegiatan yang dilarang. Bagi pecinta konser jangan membuat onar. Itu menjadi tanggung jawab keamanan dan panitia,” ucapnya.

Herman mengajak seluruh umat Nasrani di Papua menyambut Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2026 dengan damai, saling menghormati, serta menjaga persatuan.

“Harapan saya di bulan penuh damai ini mari hidup berdampingan dan bersama. Jadilah warga negara yang baik, cintailah Republik Indonesia yang dikasihi Tuhan,” pungkasnya.

Related posts

Gubernur Apolo Tegaskan Integritas dan Tanggung Jawab bagi Pejabat Baru

Bams

Pelindo Jayapura Terapkan Sistem Kunjungan Elektronik

Fani

Mobil Dinas Dipakai Tanpa Izin Berujung Pelaporan ke Polisi

Bams

Remus Astra Motor Papua Masuk Finalis 3 Besar Amaliah Astra Awards

Fani

Gerak Cepat Relawan Solata JOEL, Emanuel Kemong: Tidak Gampang

Fani

Polresta Jayapura Kota Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang 1 Mei

Fani

Leave a Comment