Jayapura –  Sebanyak 1.216 peserta dari berbagai wilayah di Papua mengikuti Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup di Jayapura, yang berlangsung di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, pada 7–8 Februari 2026.

Kegiatan digelar Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua yang dibuka secara resmi oleh oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri yang diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laurenz Wantik, didampingi Ketua Umum PB PORDI Dr H Andi Jamaro Dulung, MSi, Sekjen PB PORDI Prof Dr H Mansyur Achmad, MSi, Forkopimda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, serta Forkopimda Kota Jayapura, yang ditandai dengan jolok sagu dan pemukulan kartu domino di meja secara simbolis.

Turnamen bertema “Domino Merekatkan Persaudaraan Menuju Papua Cerah yang Harmonis” ini diikuti 1.216 peserta, terdiri dari 512 pasang peserta reguler (1.024 atlet) dan 96 tim eksekutif (192 atlet), dengan total hadiah Rp335 juta.

Turnamen berskala nasional yang diikuti 1.216 peserta dari berbagai wilayah di Papua bahkan luar Papua dinilai merupakan turnamen Domino Nasional terbesar yang digelar secara akbar di Tanah Papua.

Dalam sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri yang dibacakan Plt Kepala Dinas Olahraga Provinsi Papua, Laorens Wantik, pemerintah daerah menekankan bahwa pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan turnamen ini sebagai wadah menunjukkan prestasi terbaik para atlet.

Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis. Domino dinilai sebagai instrumen penting dalam pembangunan harmoni sosial, penguatan karakter masyarakat, serta mendorong kemajuan Papua melalui prestasi dan kebersamaan.

“Turnamen ini juga mencerminkan misi Papua Sehat melalui penguatan aktivitas olahraga dan mental yang positif, Papua Cerdas karena domino melatih daya pikir, strategi, konsentrasi, dan kecerdasan emosional, serta Papua Produktif karena memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Laorens Wantik,

Menurutnya, turnamen ini juga dapat menjadi sarana edukasi bahwa domino bukan permainan judi, melainkan cabang olahraga prestasi yang mengedepankan kecerdasan, kebersamaan, ketangguhan mental, dan nilai-nilai sportivitas.

Masih ditempat yang sama, Ketua Umum PB PORDI, Dr. KH Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa PORDI mengembangkan domino dengan pendekatan sport science, sehingga seluruh atlet dari Sabang sampai Merauke dapat bertanding secara profesional dengan aturan yang sama.

“Permainan yang dulu dimulai dari sudut desa, warkop, dan tempat parkir, kini bisa dimainkan hingga hotel berbintang lima,”tuturnya.

Dengan demikian ia berharap Turnamen Domino Cenderawasih Papua Cup dapat menjadi contoh dan teladan bagi provinsi lain, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah, sekaligus mendorong kepedulian sosial kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026, Cintiya R. Talantan, menyebut turnamen ini sebagai momen bersejarah bagi PORDI Papua.

Menurutnya, Tanah Papua kembali membuktikan diri sebagai tuan rumah yang ramah dan siap menyelenggarakan ajang olahraga berskala nasional.

“Domino yang dulu hanya dipandang sebagai permainan rakyat, kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang terukur dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Cintiya yang juga merupakan anggota DPR Papua.

Pada kesempatan itu, Cintiya menjelaskan, turnamen ini diikuti 512 peserta kelas reguler dan 96 tim kelas eksekutif, dengan total 1.216 atlet yang bertanding secara beregu.

Sementara pada kelas umum, lanjut Cintiya, persaingan memperebutkan hadiah hingga 32 besar pemenang, sementara kelas eksklusif mempertandingkan 96 tim terbaik hingga empat besar.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah Rp335 juta, sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet atas dedikasi dan komitmen mereka terhadap olahraga domino.

Selain itu, kata Cintiya, dalam kegiatan ini juga melibatkan 19 tenant UMKM, sehingga ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

“Saya berpesan kepada para atlet, jadikan meja domino sebagai meja persaudaraan. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi integritas dan kejujuran adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tandas Cintiya.

Untuk itu, sebagai ketua panitia ia pun mengimbau kepada seluruh peserta dan pengunjung untuk turut meramaikan stand UMKM yang sudah tersedia di area lokasi kegiatan.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Pengprov PORDI Papua, H Supriadi Laling, SAP, bahwa PORDI adalah rumah bersama bagi seluruh pecinta domino.

Bahkan menurutnya, domino kini telah berkembang dari permainan kampung menjadi olahraga prestasi resmi.

“Dari Ketua DPR Papua Cup, Wali Kota Cup, eksibisi Kabupaten Jayapura, hingga Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026 hari ini, semua membuktikan bahwa domino layak sejajar dengan cabang olahraga lainnya,” tegas Laling.

Bahkan ungkap Supriadi Laling, peserta datang dari berbagai daerah, seperti Gorontalo, Kalimantan, Sulawesi, serta hampir seluruh wilayah Tanah Papua, termasuk Nabire, Manokwari, Sorong, dan Merauke.

“Hal ini menandakan kesiapan PORDI Papua untuk bersaing di tingkat nasional. Kami berharap ke depannya ada perwakilan Papua dalam struktur PB PORDI,” tutupnya. (Tiara).

Related posts

Siap Melesat di Asia Talent Cup 2025, AHM Andalkan 4 Pebalap Muda Berbakat

Fani

Bupati: Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup, Jaring Atlet Berbakat 

Bams

Sempat Pimpin Balapan, Pebalap Astra Honda Melaju Kencang di ATC Buriram

Fani

10 Pebalap Belia Tembus Seleksi Astra Honda Racing School 2024

Fani

Liga 4 Resmi Dibuka, Agustinus Ingatkan Atlet PSSI Papua Selatan Berkompetisi dengan Sportif

Bams

Meriahkan HUT Kodam Cenderawasih, Kodim Deiyai Gelar Turnamen Bola Voli

Fani

Leave a Comment