Terlait Situasi Intan Jaya, Begini Tanggapan Bupati Aner Maisini
Jayapura,- Bupati Intan Jaya, Aner Maisini kini menaggapi terkait situasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan. Ia mengatakan bahwa situasi keamanan di wilayahnya saat ini berangsur kondusif.
Bahkan, ia mengungkapkan, masyarakat di Intan Jaya sudah dapat beraktivitas dengan aman dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan seperti biasa.
“Sementara masyarakat sudah bisa aman-aman dan bisa laksanakan kegiatan. Saya rasa pelayanan pemerintah juga sudah jalan seperti yang biasa,” ungkap Bupati Aner saat ditemui sejumlah awak media usai pelantikan pengurus PAN se-Papua Raya di Jayapura, Selasa malam, 14 Juli 2026.
Hanya saja saat disinggung mengenai adanya aksi spontan warga yang membawa jenazah, Aner mengaku belum memiliki informasi lengkap karena kesibukannya mempersiapkan agenda pelantikan.
Untuk itu, ia menegaskan jika pihaknya juga belum dapat memastikan pihak mana yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Saya belum tahu karena saya juga sibuk dengan persiapan pelantikan ini sehingga saya lebih fokus ke sini dulu. Tetapi ada masyarakat secara spontan yang melakukan aksi membawa jenazah. Kami tidak bisa menjustifikasi siapa pelakunya, itu saya belum bisa katakan,”jelasnya.
Meski demikian kata Aner, proses pemakaman terhadap korban telah dilaksanakan.
Sementara terkait upaya komunikasi pemerintah daerah dengan pihak terkait dalam menjaga keamanan, Aner Maisini memastikan bahwa saat ini kondisi Intan Jaya mulai membaik dan pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan aparat penanggung jawab keamanan di wilayah tersebut.
Terkait soal aksi buka baju, Aner pun turut mengklarifikasi soal aksi membuka baju yang sempat menjadi sorotan media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan luapan kekecewaan pribadi terkait perlindungan masyarakat dan penegakan proses hukum atas rangkaian kejadian yang menempatkan warga sipil sebagai korban.
“Hanya sebatas kalau waktu itu saya buka baju, itu hanya karena saya kecewa supaya kita melindungi masyarakat. Yang kedua adalah bagaimana bisa menjalankan sesuai dengan proses hukum yang ada, karena rentetan kejadian yang menjadikan masyarakat sebagai korban,” ujar Aner lirih.
Kendati demikian, Aner pun berharap agar konflik antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak lagi menempatkan warga sipil sebagai korban.
“KKB dengan TNI ya silakan, tetapi tidak boleh masyarakat jadi korban. Hanya itu saja,”tandas Bupati Intan Jaya itu. (Tiara).
