Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura Pendidikan & Kesehatan

Tanggapi Pemberitaan Siswa Belajar di Lantai, ini Jawaban Sekda Hanna

Sekda Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi didampingi Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Mokay tengah memberikan keterangan kepada wartawan.

SENTANI –  Pemberitaan tentang tidak lengkapnya fasilitas berupa meja dan kursi di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sentani yang membuat ratusan siswa belajar di lantai, mendapat tanggapan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi.

Saat ditemui di ruang Kerjanya, Kamis (20/10/2022), Hanna menegaskan bahwa pihaknya selalu memprioritaskan pendidikan di Kabupaten Jayapura.

“Jadi kita sama sekali tidak pernah mengabaikan pendidikan di Kabupaten Jayapura, malah sebaliknya. Kenapa kita prioritaskan?, karena sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati Jayapura yakni Jayapura berkualitas, ramah dan sejahtera,” tegas Hanna.

Untuk itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Jayapura ini menyampaikan, dirinya bersama Kadis Pendidikan, Ted Mokay telah mendatangi sekolah terkait dan sudah memobilisasi perlengkapan tempat belajar seperti meja dan kursi dari sekolah lain sambil menunggu meja kursi yang baru.

“Nantinya  meja dan kursi ini akan digunakan untuk mengisi 6 ruangan yang belum memiliki meja dan kursi. Nah, Terkait dengan apa yang menjadi keluhan guru dan siswa akan kita selesaikan pada anggaran induk 2023 dan akan dilengkapi semua meja kursinya,” jelas Hanna.

Di tempat yang sama,  kepala dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Mokay mengatakan persoalan kekurangan meja dan kursi belajar tidak akan terjadi apabila pihak sekolah tidak menerima siswa melebihi kapasitas.

Menurut Mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura ini, harusnya sekolah menerima siswa berdasarkan (sesuai) dengan daya tampung yang tersedia di sekolah tersebut.

“Tapi yang terjadi sekolah menerima siswa melebihi daya tampung, akhirnya sekolah membagi jam pelajaran menjadi 2 shift, pagi dan siang. Dan perlu saya tegaskan, dalam penerimaan siswa tidak ada urusannya dengan dinas. Kita hanya tau sekolah terima normal sesuai dengan daya tampung,” ujar Ted Mokay.

“Jadi inti persoalannya seperti itu. Semua tidak akan terjadi jika dari awal sekolah tidak menerima siswa sesuai dengan daya tampung yang tersedia,”tambahnya.