Peringati Sumpah Pemuda, Generasi Muda Kampung Puay Lakukan Deklarasi Pemuda Papua Damai
Sentani – Generasi muda Kampung Puay, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, memperkuat komitmen menjaga perdamaian dan persatuan melalui Dialog Pemuda Adat sekaligus Deklarasi Pemuda Papua Damai dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai” tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk meneguhkan peran dalam menjaga nilai-nilai adat, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi bagi pembangunan di Tanah Papua.
Dalam dialog tersebut, para pemuda dan pemudi Kampung Puay menyatakan komitmen untuk menolak kekerasan dan provokasi, menjunjung tinggi toleransi, menghormati adat dan budaya Papua, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, dalam arahannya mengingatkan generasi muda agar menjadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai pelajaran penting dalam membangun persatuan.
Ia menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 merupakan bukti bahwa persatuan menjadi kekuatan utama dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Menurut Yacob, generasi muda Papua perlu memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
“Dari pemuda, para pemuda-pemudi berpikir kalau kita tidak berkumpul, akan sulit bagi orang-orang tua kita berjuang mengusir penjajah dari negeri kita Indonesia. Oleh sebab itu, para tokoh pemuda mulai sepakat untuk bersumpah bahwa kita adalah satu,” ujar Yacob.
Ia juga berpesan agar generasi muda tidak melupakan pelajaran sejarah yang diperoleh di bangku pendidikan. Pengetahuan tentang perjuangan para pendahulu, katanya, harus menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Apa yang pernah diajarkan di dunia pendidikan jangan pernah lupa, karena itu adalah bekal untuk kita dalam hidup sebagai bangsa dan bernegara. Kita wajib mengingat perjuangan para pejuang yang membela nusa dan bangsa Indonesia,” katanya.
Yacob mengapresiasi keterlibatan anak-anak, para pemuda, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas positif generasi muda, ia juga menyerahkan bantuan perlengkapan olahraga berupa dua bola voli dan satu net kepada pemuda Kampung Puay.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan olahraga sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan, membangun solidaritas, dan menjaga hubungan persaudaraan di lingkungan kampung.
Sementara itu, melalui Deklarasi Pemuda Papua Damai, para pemuda Kampung Puay menyampaikan empat komitmen utama.
Pertama, setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjaga keutuhan NKRI di Tanah Papua.
Kedua, menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi yang dapat mengganggu keamanan serta merusak persaudaraan masyarakat.
Ketiga, mengambil peran aktif sebagai penggerak pembangunan demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Keempat, menjunjung tinggi toleransi, menghormati adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan di antara generasi muda.
Melalui kegiatan ini, generasi muda Kampung Puay diharapkan mampu menjadi pelopor perdamaian, menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat, serta membangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, pemerintah kampung, dan seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut menjadi momentum untuk mewujudkan semangat persatuan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan kampung hingga berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pemuda Kampung Puay menegaskan bahwa menjaga perdamaian, merawat persatuan, dan melestarikan adat merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan Papua yang aman, harmonis, dan bermartabat.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako untuk seluruh masyarakat dan pemuda yang hadir.
