Pemuda Waiya Akui Kekaguman Mendalam pada Gubernur Fakhiri dan Bupati Wonda: “Inilah Pemimpin yang Kami Cari”

Sentani — Kekaguman luar biasa terhadap Gubernur Papua Mathius Fakhiri dan Bupati Jayapura Yunus Wonda mengalir dari para pemuda Kampung Waiya setelah kedua pemimpin itu hadir langsung pada penutupan Waiya Cup 2025, Minggu (1/12/2025).

Bagi generasi muda setempat, kehadiran Gubernur yang disapa akrab MDF dan Bupati YW bukan sekadar kunjungan protokoler tetapi bukti nyata bahwa kepemimpinan dapat berjalan dengan hati, tanpa batas suara dan tanpa jarak dengan rakyat.

Sosok yang paling vokal menyampaikan kekaguman itu adalah Michael John (MJ) Yarisetouw, pemuda asli Waiya. Ia mengaku benar-benar terkesan karena Fakhiri dan Wonda bersedia berdiri, duduk, dan berbaur bersama masyarakat lebih dari tiga jam, di kampung yang bahkan tidak memberikan dukungan politik signifikan pada Pilkada lalu.

“Sebagai pemuda, saya jujur kagum. Mereka hadir tanpa menghitung suara. Mereka datang karena peduli,” ujar MJ, Selasa (2/12/2025).

“Saya belajar bahwa politik bisa dilakukan dengan kasih. Dan itu tidak dibuat-buat.” Sambungnya.

Bagi MJ, kedatangan dua pemimpin ini menjadi contoh bahwa pemerintah daerah bisa dekat, sederhana, dan hadir tanpa syarat. Kehadiran Fakhiri yang membuka turnamen sebagai calon gubernur, lalu menutupnya sebagai gubernur definitif, semakin menguatkan rasa bangga generasi muda setempat.

MJ menegaskan bahwa sikap tersebut menginspirasi para pemuda untuk lebih percaya diri dan optimis terhadap masa depan Papua.

“Kami bangga karena orang yang kami dukung tetap kembali ke rakyat. Ini memberi pesan bahwa pemimpin tidak boleh memilih-milih rakyatnya,” jelasnya.

Turnamen Sederhana yang Menghadirkan Pemimpin Besar

Waiya Cup 2025 merupakan kompetisi yang digelar dengan kondisi terbatas bahkan disebut sebagai turnamen dengan honor wasit termurah Rp25.000 dan uang pendaftaran terkecil. Namun justru dalam kesederhanaan inilah para pemuda merasakan kehadiran pemimpin sebagai dorongan moral yang tidak ternilai.

Hadiah bagi pemenang diberikan langsung oleh Gubernur, Bupati, dan sejumlah pejabat lainnya, mempertegas bahwa perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terhadap pengembangan potensi pemuda tidak hanya sebatas slogan.

Penutupan turnamen juga dihadiri jajaran pejabat, seperti Plt. Sekda Kabupaten Jayapura, Kepala Biro Umum dan Administrasi Setda Provinsi Papua, Inspektur Daerah Provinsi Papua, serta anggota DPR Papua Wagus Hidayat, Cintya Talantan, dan Frangklin Wahey.

MJ berharap momentum ini menjadi titik balik bagi persepakbolaan kampung dan ruang-ruang kreativitas generasi muda.

Kekaguman mereka pada Gubernur dan Bupati kini bukan sekadar euforia, tetapi harapan baru akan pemimpin yang mau turun langsung, mendengarkan, dan mengangkat semangat masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Elisa Bouway: Penetapan 6 Nama Calon Anggota DPRP Papua Dapeng II Sarat dengan Kolusi dan Nepotisme

Jems

PKK Kabupaten Jayapura Gelar Intervensi Stunting di Distrik Sentani Timur

Bams

Bupati dan Wakil Bupati Jayapura Ikuti Retret Nasional Kepala Daerah di IPDN Jatinangor

Bams

Soal Kebijakan Rotasi Pejabat, Bupati Yunus Wonda Akui Murni Karena Kinerja

Jems

Diskusi Publik Road to FDS XV 2026 Resmi Dibuka, Asisten II Tekankan Tiga Pesan Kunci

Jems

Hanya Jhon Manangsang Wally dan Daniel Mebri yang Mampu Pimpin Kabupaten Jayapura

Bams

Leave a Comment