Pasific Pos.com
Headline Olahraga

Pemanah Papua Masuk Pelatnas Panahan Olimpiade

15216
Wakil Ketua Perpani Papua, Hengky Sawaki foto bersama dengan Rezza Actavia disela-sela Seleknas atlet Olimpiade Tokyo 2021 di GBK Senayan Jakarta, Kamis kemarin.

JAKARTA – Pemanah putri PON Papua, Rezza Octavia mencatat sejarah menjadi pemanah Papua pertama yang masuk dalam skuad pelatnas panahan Olimpiade sekaligus memperkuat Tim Nasional (Timnas) Panahan Indonesia.

Gadis kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, ini sukses membawa Papua ke pentas dunia dengan kehadirannya memperkuat Timnas Panahan Indonesia pada Kejuaraan Dunia Panahan di Paris, Perancis, 18-20 Juni mendatang.

Di Kejuaraan Panahan Dunia nanti, Rezza bersama Diananda Choirunnisa (Jawa Timur), Titik Kusumawardani (DIY), dan dan Asiefa Nur Haenza (Jatim) akan berjuang untuk menambah kuote tiket ke Olimpiade Tokyo, Jepang, 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Seleksi Timnas Panahan Indonesia berlangsung dari tanggal 28 dan 29 April 202, nama-nama yang masuk dalam Timnas Panahan Olimpiade merupakan wajah-wajah yang sudah menjadi langganan Timnas Indonesia. Hasil ini memupus harapan dan Analisa para pengamat Panahan, terlebih di nomor putra. Dua nama pendatang baru yang mampu menggeser dominasi atlit senior adalah Lisnawanto Putra Aditya (DIY) dan Rezza Octavia (Papua). Keduanya merupakan wajah baru yang akan menghuni Pelatnas Olimpiade.

“Saya bersyukur bisa lolos dalam seleknas. Prestasi yang saya raih ini tidak terlepas dari peran ibu saya, pelatih dan pengurus Pengprov Perpani Papua. Makanya, saya akan tetap berusaha, karena perjuangan belum berakhir. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik di Paris nanti jika mendapat kesempatan tampil,” kata Rezza Octavia dikutip dari Gonews.co Group, Jumat (30/4/2021).

Secara terpisah, pelatih Kepala Tim Panahan PON Papua, Wiryawan Richard Yohanis mengakui, Rezza Octavia merupakan pemanah pertama Papua yang menembus pelatnas dan memperkuat Timnas Panahan Indonesia. Dan, dia menyebut Rezza Octavia meraih kesuksesan itu berkat disiplin dan motivasi yang tinggi dalam menjalankan program latihan.

“Kemampuan Rezza sudah terlihat dari disiplin dan motivasinya yang cukup besar dalam menjalankan program latihan. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk menanganinya,” aku Wiryawan Richard Yohanis.

Dia berharap Rezza Octavis bisa berperan dalam mendukung Timnas Indonesia untuk menambah kuota tiket ke Olimpiade pada Kejuaraan Panahan Dunia di Paris nanti. “Saya berharap Coach Nurfitriyana bisa meningkatkan prestasi Rezza terutama dari sisi mental sehingga dia bisa membatu tim dalam ajang perebutan tiket Olimpiade,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Perpani Papua, Hengky Sawaki yang dihubungin Jumat siang mengatakan, keberhasilan Rezza Octavia masuk dalam tim pelatnas Olympiade merupakan keberhasilan bersama antara Pengurus, Pelatih, Asisten Pelatih dan Atlet.

“Rezza Octavia atlet Panahan Papua telah mengukir sejarah baru bagi dunia olahraga Panahan Papua, Dengan keberhasilan dia kiranya dapat memotivasi atlet Panahan PON Papua yang lain dapat mengikuti jejaknya guna mengharumkan nama Papua pada PON bulan Oktober mendatang di Bumi Cenderawasih,” ucapnya.

Hasil seleksi nasional menempatkan Jawa Timur dan DI Yogjakarta sebagai daerah penyumbang atlet terbanyak. Dari Jawa Timur ada Riau Ega Agata Salsabilla (putra), Diananda Choirunnisa, Asiefa Nur Haenza (putri).

Sedangkan DI.Yogjakarta ada Lisnawanto Putra Aditya, Arif Dwi Pangestu (putra), Titik Kusumawardani (putri). Jawa Tengah menempatkan Alviyanto Bagas Prastyadi (putra) dan Papua mengutus Rezza Octavia (putri).

Hasil seleksi nasional berdasrkan total poin, untuk kelompok putra urutan teratas 1. Riau Ega Agata Salsabilla – Jatim (3271), 2. Lisnawanto Putra Aditya – DIY (3213), 3. Alviyanto Bagas Prastyadi – Jateng (3188) dan 4. Arif Dwi Pangestu – DIY (3188). Dari hasil tersebut urutan 5.M.Hanif Wijaya (Jambi), 6. Hendra Purnama (DIY), 7.Richard Maulana Irfan (DKI), harus angkat koper dari Pelatnas.

Di nomor kelompok putri empat atlit teratas diduduki oleh 1. Diananda Choirunnisa – Jatim (3132), 2. Titik Kusumawardani – DIY (3128), 3. Rezza Octavia – Papua (3080), 4. Asiefa Nur Haenza – Jatim (3031). Sedangkan 4 pemanah diurutan 5. Ratna Humaira Khaerunisa (Jabar), 6. Linda Lestari (Kalteng), 7. Suci Dwi Megasari (Lampung), 8. Ratu Syahla (Kalsel) harus meninggalkan Pelatnas.

Setelah melakukan seleksi nasional selama dua hari, para atlit akan diliburkan selama dua hari dan bagi yang tidak lolos akan dikembalikan ke daerah asalnya. Selanjutan 8 atlit yang lolos seleksi akan Kembali berlatih dibawa bimbingan coach Permadi SW, Nurfitriyana dan pelatih fisik Hanafi.(Bams)