Pelaku UMKM Binaan Aisyiyah Papsel Dapat Pinjaman Modal Usaha

MERAUKE-Yuli Bemo menjadi salah satu pelaku UMKM muslim Papua yang beruntung karena mendapat pinjaman modal sebesar 3 juta Rupiah yang merupakan program Baznas bersama Aisyiyah. Yuli bersama sejumlah pelaku UMKM binaan Aisyiyah Papua Selatan mendapat pinjaman modal untuk digunakan dalam aktivitas usaha masing-masing.

 

Bantuan tersebut menyasar pelaku UMKM muslim yang berada di bawah binaan Aisyiyah khususnya Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA). Ini merupakan bagian dari program inklusi Aisyiyah Wilayah Papua Selatan.

 

Penyerahan secara simbolis telah dilakukan di Sekretariat Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, oleh Rini Lestari selaku Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Sabtu (26/9).

 

Yuli menyampaikan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang telah diberikan dan berkomitmen menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

Menurutnya, pengusaha kecil sangat membutuhkan perhatian, salah satunya melalui bantuan modal guna mengembangkan usaha. “Terima kasih karena lewat BUEKA kami sudah dibantu. Sebagai pengusaha kecil kami benar-benar membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha, ” ujar Yuli.

 

Sementara itu Rini Lestari menjelaskan, bantuan modal tersebut merupakan kerja sama antara Baznas Pusat dan Pimpinan Pusat Aisyiyah yang diperuntukkan bagi komunitas penyintas dan masyarakat muslim Papua di Provinsi Papua Selatan. Rini berharap bantuan tersebut digunakan dengan baik sehingga usaha yang dijalankan berjalan lancar, penuh keberkahan dan berkembang.

 

Rini mengungkapkan, bantuan tersebut baru pertama kali diberikan dan melalui proses yang cukup panjang. Namun berkat kesabaran dan usaha yang begitu kuat akhirnya ia dapat merealisasikan pinjaman modal yang diharapkan. Rini dengan penuh semangat mendatangi rumah-rumah calon penerima untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

 

“Alhamdulillah, Allah meridhoi usaha yang tengah dilakukan sehingga pinjaman modal dapat terealisasi. Butuh proses yang tidak sebentar demi membantu usaha bunda-bunda semua. Kita tidak usah melihat jumlahnya, yang penting hasilnya ada, ” ujar Rini.

 

Lebih lanjut ia mengemukakan, modal tersebut dapat digunakan untuk membeli fasilitas penunjang usaha maupun bahan baku produk. Jadi dipersilahkan untuk menggunakan sesuai kebutuhan yang mendesak namun ke depan memiliki nilai produktif. Dalam arti ada yang dihasilkan dari penambahan modal ini atau memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

 

Rini juga mengingatkan bahwa bantuan modal tidak diberikan secara cuma-cuma. Ada kewajiban untuk membayar secara rutin dan berlangsung secara bertahap.

 

“Oleh karena itu tetap menjaga nama baik kita. Meskipun dalam perjalanannya yang namanya kendala pasti ada, tidak jadi masalah karena dapat diangsur sesuai kemampuan hingga tuntas 6 bulan. Sebab kita tidak bisa mengkondisikan sebuah kondisi tetap sama setiap bulan karena yang namanya usaha pasti ada pasang surut, “pungkas Rini. (iis)

Related posts

Diperkenalkan di Papua, New Honda Stylo 160 Diharapkan Diterima Semua Masyarakat

Fani

Telkom Pacu Semangat Go Digital untuk UMKM

Fani

Servis Rutin di AHASS Mulai Rp99.000

Fani

Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi dan Negosiasi Soal Kebijakan Resiprokal AS

Fani

Roadshow FTB Jayapura di Kantor BBPOM Jayapura

Fani

Semarak Agustus, Honda Papua Hadirkan Program Spesial Bertabur Promo Menarik!

Fani

Leave a Comment