Ngemci Bareng Di Karnaval Pembangunan, Wilhelmina Dan Victor Tampil Dengan Outfit Unik
MERAUKE-Pelaksanaan karnaval pembangunan HUT RI ke-81 yang digelar di Kabupaten Merauke, Sabtu (8/8) berlangsung meriah dan sukses. Tentunya kesuksesan tersebut hasil dari kerja sama berbagai pihak yang telah berkomitmen untuk kelancaran pelaksanaan karnaval tahun ini. Tidak terkecuali pihak MC yang turut andil memandu kegiatan sejak di garis start hingga finish. Tidak dipungkiri, kepiawaian mereka mampu menghidupkan suasana.
Tidak hanya keahlian bercuap-cuap di hadapan penonton tetapi juga kreativitas yang ditunjukkan dengan mengenakan outfit unik dan tidak biasa. Seperti yang dilakukan oleh Wilhelmina Welliken dan Victor Warayaan, dua MC profesional yang kembali dilibatkan oleh panitia untuk kesekian kalinya. Kembali berduet memandu kegiatan karnaval, penampilan keduanya selalu mencuri perhatian.
Baik Wilhelmina maupun Victor selalu mengenakan busana yang unik, ciri khas yang melekat sejak dulu. Jika pada karnaval tahun lalu mereka mengenakan seragam SMA, tahun ini mereka memilih seragam SMP. Dengan demikian, mereka benar-benar menyatu dengan evoria karnaval dimana hampir semua peserta memang berpenampilan unik dan menarik.
Kata Wilhelmina, jika peserta saja bisa berpenampilan unik maka MC juga harus bisa mengimbangi. Alhasil, jadilah kedua sosok ini tampil layaknya anak sekolah namun dalam kemasan yang berbeda. “Karena temanya pembangunan maka sebagai MC kita harus menyesuaikan. MC juga punya jiwa entertain sehingga tidak terkesan kaku. Lumayan juga, effortnya kita luar biasa dalam menyiapkan bahan outfit untuk momen sepenting ini.
Dari meminjam sana sini hingga beli sendiri. Saya bahkan bilang ke penjual bajunya kalau seragam ini untuk anak saya yang memiliki ukuran sama dengan saya, “terang Wilhelmina sambil tertawa. Victorpun demikian, ia mengaku meminjam beberapa item agar penampilannya benar-benar paripurna. Ia tidak lupa berterima kasih kepada panitia yang telah mempercayai dirinya dan Wilhelmina untuk memandu kegiatan karnaval tahun ini.
“Ide memakai seragam SMP murni ide kami berdua. Pokoknya benar-benar total penampilan kami hari ini, semoga tahun depan bisa dipercaya lagi sehingga kami dapat menampilkan ide yang baru. Entahlah, nanti kita mau pakai baju apa lagi. Jangan sampai baju TK atau PAUD, why not, ” ujar Victor dengan senyum khasnya.
Namun tidak semata-mata soal outfit unik, Wilhelmina dan Victor juga berupaya memberikan pesan-pesan edukatif selama memandu kegiatan. Diselingi celetukan-celetukan kocak, keduanya mampu menceriakan suasana yang memang sedang panas-panasnya saat itu. Meskipun di bawah terik matahari, keduanya tetap semangat hingga kegiatan selesai. Dalam hal ini Wilhelmina dan Victor khusus ditugaskan memandu di garis finish.
“Ketika ngemci kita juga sebagai public speaker sehingga ada semacam nasehat dan arahan yang kita sampaikan untuk mengedukasi masyarakat. Banyak hal yang bisa disampaikan, bisa tentang lalu lintas, pendidikan, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya, ” tukas wanita yang akrab disapa Winona ini.
Senada dengan Wilhelmina, Victor juga menilai bahwa edukasi apapun yang bisa diselipkan dalam memandu karnaval harus disampaikan karena itu penting. Jadi tidak hanya fokus menginformasikan urutan peserta tetapi juga mengedukasi penonton. “Kita tidak hanya menginformasikan tentang peserta karnaval saja tetapi di sela-sela kalimat kita juga edukasi penonton tentang berbagai hal.
Di antaranya terkait kedisiplinan, bagaimana bergaul dan berkomunikasi yang baik, bagaimana bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan masih banyak lagi, “jelas Victor. Sekedar diketahui, Victor Warayaan juga dikenal sebagai musisi handal Kota Rusa dan saat ini menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Merauke.
Sedangkan Wilhelmina Welliken dikenal sebagai public speaker kondang Papua Selatan yang juga aktif di berbagai organisasi, pegiat sosial dan juga mengelola yayasan. Ia aktif dalam berbagai kegiatan pengarusutamaan gender, perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Papua Selatan. (iis)
