Musda Golkar Papua Digelar 17 Oktober, Pendaftaran Calon Ketua Umum Resmi Dibuka
Jayapura,- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua memastikan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI pada 17 Oktober 2025 di Kota Jayapura, sekaligus akan menjadi momen pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Papua untuk periode 2025–2030.
Kepastian pelaksanaan Musda tersebut disampaikan oleh panitia penyelenggara dalam konferensi pers yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Rabu (15/10) pagi.
Ketua Pelaksana (Organising Committee), Leo Dapat Siahaan, menyatakan bahwa seluruh persiapan sudah rampung dan panitia siap menggelar Musda sesuai jadwal.
“Kita siap gelar Musda pada hari Jumat, 17 Oktober besok. Semua persiapan sudah rampung, tinggal pelaksanaannya saja. Rencananya Musda ini akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia,” ujar Leo.
Lebih lanjut, Leo menegaskan bahwa sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, DPD Golkar juga telah membuka pendaftaran calon Ketua DPD I.
Sementara itu, Ketua Pengarah (Steering Committee/SC), Tan Wie Long, menjelaskan bahwa pendaftaran calon Ketua Umum Partai Golkar Papua hanya dibuka selama satu hari.
“Kami membuka pendaftaran hari ini. Silakan bagi kader yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum untuk mengambil formulir dan dikembalikan nanti di Kantor DPD Golkar Papua,” jelas Tan Wie Long.
Ia juga menyampaikan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh para bakal calon, antara lain, Formulir pendaftaran sebagai calon, Curriculum Vitae (CV), KTP dan KTA Partai Golkar dan Surat dukungan dari pemegang hak suara minimal 30% dari DPP Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota.
Terkait siapa saja yang akan maju sebagai kandidat, Tan Wie Long belum ingin menyebutkan secara rinci. Namun, ia menyampaikan harapannya agar Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, bersedia memimpin Partai Golkar Papua ke depan.
“Saya belum tahu pasti siapa saja kandidatnya. Tapi yang jelas, Partai Golkar mengusung Pak Fakhiri. Kami berharap beliau bersedia dan bisa menjadi Ketua Umum Golkar Papua,” pungkasnya.
