Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Moeldoko Bicara Pentingnya Pendidikan untuk Mengubah Hidup

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko pada acara bakti sosial dan Silaturahmi Alumni Universitas Terbuka, di kecamatan Gabek, kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jum’at (16/9).

Kota Pangkal Pinang – Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menegaskan, pemerintah telah bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik baik anak-anak bangsa. Pemerintah menyadari, bahwa hanya dengan pendidikan, Indonesia bisa melahirkan generasi-generasi unggul di masa depan.

“Untuk itulah Presiden Jokowi meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Anggarannya sangat besar. Kenapa ini dilakukan, karena pemerintah ingin memastikan anak-anak bangsa mendapat pendidikan yang terbaik,” tegas Moeldoko, pada acara bakti sosial dan Silaturahmi Alumni Universitas Terbuka, di kecamatan Gabek, kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jum’at (16/9).

Moeldoko juga menyampaikan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Selain memberikan pendidikan yang terbaik, kata dia, pemerintah juga telah bekerja keras untuk menurunkan angka stunting. Bahkan saking seriusnya, urusan jamban pun dibahas dalam rapat kabinet.

“Kerja keras ini telah menurunkan angka stunting kita. Kalau sebelumnya, angka stunting tiga puluh tujuh persen, sekarang turun menjadi dua puluh dua persen. Dan targetnya pada 2024 bisa di bawah empat belas persen,” terang Moeldoko.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengajak masyarakat khususnya para orang tua, benar-benar memperhatikan anak-anaknya. Mulai dari pendidikan, gizi, pergaulan, dan lingkungan. Sebab, menurut dia, kerja keras pemerintah tidak akan berarti apa-apa, jika masyarakat tidak bergerak melakukan perubahan.

“Kita semua harus punya keinginan kuat untuk mengubah diri dan lingkungan sekitar. Contohnya saya, kalau dulu saya tidak punya keinginan kuat untuk keluar dari desa dan merantau untuk belajar dan sekolah, mungkin saya tidak akan menjadi Jenderal. Sekali lagi, hanya dengan pendidikan kita bisa mengubah hidup,” seru Panglima TNI 2013-2015 ini.