Mengenal Lebih Dekat Florentina Kakare, Perempuan Papua BerIntegritas Tinggi Dalam Pelaksanaan Tugas
MERAUKE,- Plt.Sekretaris DPR Provinsi Papua Selatan, Florentina Kakare, S.Sos mengemukakan bahwa dirinya selalu bersyukur karena bisa mencapai titik puncak dalam karirnya dimana jabatan yang diemban saat ini menurutnya adalah kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan. Sebagai perempuan asli Papua yang mendapat amanah penting di tingkat dewan perwakilan rakyat, ia berkomitmen untuk dapat melaksanakan dengan baik.
“Walaupun ada beban ganda yang harus saya pikul, saya tetap bersyukur. Bisa mencapai titik ini merupakan pencapaian yang harus selalu saya syukuri. Amanah ini adalah kepercayaan yang diberikan Tuhan. Sebagai Plt. Sekwan DPRP Papua Selatan juga Kabag Umum dan Keuangan, semoga dapat dilaksanakan dengan baik, “terangnya.
Ia mengemban jabatan bergengsi sebagai Plt Sekretaris DPR Provinsi Papua Selatan sejak tahun 2023. Secara definitif ia juga masih menjabat Kabag Umum dan Keuangan DPRP Papua Selatan. Dalam menjalankan aktivitasnya ia sangat terbantu dengan support sistem di lingkungan kerjanya.
Wanita berdarah asli Suku Muyu Kabupaten Boven Digoel ini membawahi 63 staf mengatur kebutuhan 4 orang pimpinan dan unsur pimpinan serta 40 orang anggota DPRP Papua Selatan. Florentina mengawali karir sebagai ASN tahun 2003 di Kabupaten Boven Digoel.
Tahun 2016 dirinya dilantik sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Boven Digoel. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya ia dikenal sangat disiplin dan memiliki integritas yang tinggi.
Pada tahun 2018 ia dilantik sebagai Kabid Politik pada Kesbangpol Boven Digoel hingga hingga tahun 2022. “Pencapaian demi pencapaian tidak lepas dari dukungan dan peran suami yang begitu besar, ” ungkapnya. Tahun 2022 hingga awal 2023 ia dipercaya sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Merauke.
Setelah pelantikan OPD awal tahun 2023, Pemprov Papua Selatan menempatkannya sebagai Plt. Sekwan Papua Selatan hingga saat ini. Didukung oleh keluarga dan support sistem yang selama ini bekerjasama dengannya, ia dengan penuh percaya diri melenggang mengikuti test Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) lingkup Pemprov Papua Selatan.
Sebagai perempuan Papua ia merasa terpanggil sekaligus tertantang mengikuti JPT. Melalui seleksi yang sangat ketat ia fokus mempersiapkan makalah dan juga wawancara. “Test JPT menjadi ajang uji kompetensi, agar jika terpilih kami tahu bahwa kami yang lulus mempunyai kapasitas yang mumpuni, ” jelasnya.
Ia menegaskan, perempuan Papua harus berani, smart dan percaya diri bahwa mereka juga mampu. Didukung dengan pengalaman yang selama ini telah banyak memberikan pelajaran berharga, menjadi modal kuat untuk berkompetisi secara sehat.(iis)
