Kolaborasi Aisyiyah-PKBI, Gelar Sosialisasi HIV/AIDS dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
MERAUKE-Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan berkolaborasi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Papua, menggelar sosialisasi HIV dan AIDS serta pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung di Sekretariat Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Sabtu (17/10).
Petugas Lapangan PKBI Papua, Asri Winarsih dalam materinya menekankan beberapa hal, antara lain tentang penularan HIV pada ibu rumah tangga yang sebagian besar terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan suami yang memiliki prilaku beresiko tinggi.
Banyak ibu rumah tangga tertular bukan karena perilaku mereka sendiri, melainkan karena pasangan atau suami yang sering melakukan aktivitas berisiko di luar rumah (seperti berganti-ganti pasangan atau berhubungan seks tidak aman).
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan yaitu tes HIV bagi pasangan, penggunaan Antiretroviral (ARV), jika ibu terdeteksi positif HIV, pengobatan rutin dengan obat ARV dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi sehingga aman dan mencegah penularan kepada bayi.
Meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan keterbukaan mengenai resiko kesehatan di dalam keluarga. Ciri-ciri HIV stadium awal (fase akut atau sindrom retroviral akut) umumnya muncul dalam 2 hingga 6 minggu setelah seseorang terinfeksi virus. Banyak penderita mengira gejala ini hanya flu biasa karena bisa hilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 4 minggu.
Untuk menghindari penularan HIV dalam keluarga dimulai dengan memahami bahwa HIV tidak menular lewat aktivitas sehari-hari seperti makan bersama, menggunakan alat makan yang sama, berpelukan, berjabat tangan, atau menggunakan toilet bersama. Virus HIV hanya menular melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu (darah, cairan vagina, sperma dan Air Susu Ibu/ASI).
Langkah-langkah efektif untuk menjaga keamanan dan mencegah penularan HIV di lingkungan keluarga dengan memerikan pemahaman yang benar kepada seluruh anggota keluarga tentang bagaimana HIV menular dan tidak menular agar tidak terjadi kepanikan atau mengucilkan anggota keluarga yang positif HIV serta menghindari stigma negatif sangat penting agar anggota keluarga yang mengidap HIV merasa aman untuk terbuka dan rutin berobat.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Rini Lestari mengemukakan bahwa sosialisasi HIV dan AIDS serta pemeriksaan kesehatan gratis masih terkait dengan Program Inklusi dan Balai Sakinah Aisyiyah dimana kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga dipandang perlu meningkatkan pemahaman tentang HIV dan AIDS serta cara pencegahannya.
“Penjelasan secara gamblang akan diberikan kepada para ibu sekalian dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami. Aisyiyah memandang perlu agar penanggulangan HIV patut digalakkan kembali mengingat angka tertinggi yang tertular salah satunya adalah ibu rumah tangga, “terang Rini.
Ia juga mengharapkan agar peserta sosialisasi pro aktif memeriksakan kesehatan agar dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Sebab sebagai ibu rumah tangga harus menjaga kesehatan diri karena diri kita sangat berharga. Selain itu kondisi kesehatan akan sangat berpengaruh terhadap kinerja, baik sebagai seorang ibu maupun istri.
Oleh sebab itu Rini meminta peserta sosialisasi menyimak dengan baik materi yang disampaikan dan tidak segan untuk bertanya langsung kepada pemateri. “Terima kasih kepada PKBI atas kerja samanya telah bersedia melaksanakan program bareng dengan Aisyiyah Papua Selatan, ” ujar Rini.
Nia Anggraeni, salah satu ibu rumah tangga menyampaikan terima kasih kepada Aisyiyah atas kepedulian tinggi yang telah ditunjukkan kepada kaum perempuan agar terhindar dari HIV dan AIDS. Dengan mengikuti sosialisasi dirinya mendapat pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang ternyata banyak menyerang ibu rumah tangga.
Nia berharap sosialisasi seperti ini berkelanjutan sehingga para ibu rumah tangga semakin memahami bahaya virus dan penyakit tersebut serta melakukan upaya-upaya pencegahan sejak dini. “Jika nanti ada sosialisasi seperti ini lagi saya usahakan bisa ikut untuk menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman saya. Apalagi materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh ibu rumah tangga seperti saya ini, ” ungkap Nia. (iis)
