Kesadaran Bayar Air Masih Rendah, Baru 46 Persen Pelanggan Rutin Membayar

Jayapura – PT Air Minum (PTAM) Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) masih menghadapi persoalan serius terkait rendahnya kesadaran pelanggan dalam membayar rekening air.

Dari total 40.592 pelanggan yang tercatat saat ini, baru sekitar 46 persen yang membayar rekening air secara rutin setiap bulan. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan.

“Artinya, sebanyak 54 persen pelanggan belum membayar secara teratur atau bahkan menunggak pembayaran,” kata Entis Sutisna selaku Direktur Utama PTAM Jayapura, Selasa (6/1/2026).

Dia bilang, sSituasi ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan, mengingat keberlangsungan operasional sangat bergantung pada kelancaran arus kas atau cash flow.

“Bagaimanapun juga, perusahaan dalam pengelolaannya harus memiliki cash flow yang terjamin. Namun dengan pola pembayaran pelanggan yang belum tertib, ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran manajemen,” ujarnya.

Saat ini, pelayanan air bersih tersebar di enam cabang utama dengan tingkat kepatuhan pembayaran yang bervariasi.

Di Cabang Jayapura Selatan, dari 9.687 pelanggan, sekitar 49 persen tercatat membayar rutin, Jayapura Utara memiliki 8.769 pelanggan, dengan tingkat pembayaran 45,5 persen, kemudian di cabang Abepura, dari total 11.240 pelanggan, hanya sekitar 42 persen yang membayar secara teratur.

“Cabang Waena mencatat 4.097 pelanggan dengan tingkat pembayaran sekitar 49 persen, sehingga lebih dari 2.000 pelanggan belum membayar secara rutin. Sementara, tingkat pembayaran terendah tercatat di Sentani. Dari 4.194 pelanggan, hanya 37,78 persen yang membayar rutin setiap bulan,” jelasnya.

Sementara itu, di wilayah Genyem, perusahaan memiliki 165 pelanggan, namun proses penagihan masih terkendala karena adanya pemalangan oleh masyarakat adat, sehingga pembayaran belum berjalan optimal.

Berbeda dengan wilayah lainnya, cabang Muara Tami menunjukkan kinerja yang relatif baik. Entis mengatakan, dari 2.440 pelanggan, sekitar 72,17 persen tercatat membayar rekening air secara rutin.

Meski demikian, secara keseluruhan tingginya persentase pelanggan yang tidak membayar menjadi perhatian utama perusahaan. Persoalan ini menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2026.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan kinerja penagihan dan meminta dukungan dari aparat kepolisian serta kejaksaan untuk memberikan efek jera bagi pelanggan yang menunggak,” ungkapnya.

Pihaknya kini memfokuskan penertiban di cabang pelayanan dengan secara rutin menerbitkan pemberitahuan tunggakan setiap bulan kepada pelanggan dengan harapan target kepatuhan pembayaran rekening air di 2026 sebesar 70 persen bisa tercapai. (Haikal)

Related posts

Suplai Hidrogen Hijau ke HRS PLN, PLTP Kamojang Jadi yang Pertama di Asia Tenggara

Fani

New Honda ADV 160 Resmi Diperkenalkan di Papua

Fani

1.500 Rumah Tangga di Muara Tami Akan Terlayani Air Bersih

Fani

Ratusan Honorer Papua Pertanyakan SK CPNS

Bams

Ketua Dewan Adat Tabi: Yanni Adalah Berkat Tuhan Untuk Kabupaten Sarmi

Jems

Bibida Kondusif, TNI Polri Antar Pengembalian Pengungsi Ke Rumah masing-masing

Fani

Leave a Comment