Keluarga Besar Yoweni – Monim Gelar Prosesi Adat Buka Meja Sebagai Tahap Awal Menuju Pernikahan Putra Pertama Herlin Beatrix Monim

Jayapura,- Menjunjung tinggi nilai budaya dan adat Papua, Keluarga besar Yoweni – Monim menggelar prosesi adat Pengumpulan Harta Maskawin (Buka Meja) sebagai tahapan awal menuju pernikahan Joshua O.D. Yoweni, anak pertama dari Almarhum Pdt. Piet Daniel Yoweni, S.Th dan Herlin Beatrix M. Monim, S.E., M.M.

Prosesi adat tersebut berlangsung di kediaman keluarga Yoweni – Monim, Jalan Halmahera No. II, Dok V Atas, Kota Jayapura, Papua pada Sabtu 10 Januari 2026, dengan dihadiri keluarga besar, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang datang memberikan dukungan secara sukarela.

Sejak pagi, keluarga besar dari pihak laki-laki telah berkumpul di kediaman keluarga Yoweni – Monim dengan penuh kesungguhan dan rasa hormat, mereka menerima harta peminangan adat, berupa piring resa-resa, piring gantung, mangok batu, piring makan, Guci serta sejumlah uang. Ini sebagai simbol tanggung jawab dan penghormatan kepada keluarga mempelai wanita nantinya.

Acara prosesi adat ini dihadiri istri dari Wakil Gubernur Papua, Dr. Efi Paulin Numberi, SH. MH, Sekwan DPR Papa, Dr. Juliana J. Waromi, SE. MSi, Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A. Md. Tek. ST, MT. IPM, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR Papua Yermias Yoseph Yanggu Wouw dan sejumlah anggota DPR Papua diantaranya yakni Jhony Suebu, SH , Arifin Mansur, S. Ag dan Frangklin Wahey.

Selain itu, juga dihadiri mantan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE beserta keluarga.

Prosesi Buka Meja ini merupakan tradisi adat yang lazim dilakukan masyarakat Papua sebagai bagian dari rangkaian peminangan hingga pembayaran harta maskawin.

Dimana dalam pelaksanaannya, keluarga besar menggabungkan nilai-nilai adat dari dua latar belakang suku, yakni Wandamen (Wasior) dari pihak ayah dan Sentani – Biak dari pihak ibu, yang diselaraskan dalam satu prosesi adat yang sarat makna.

Herlin Beatrix M. Monim, selaku ibu sekaligus kepala keluarga, menyampaikan bahwa prosesi adat ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan atas kelancaran tahapan awal pernikahan anak tertua dalam keluarga.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa adat bukan sekadar ritual, tetapi ruang untuk membangun dan merawat kekerabatan antar keluarga.

“Sebagai orang adat, kita memiliki tradisi masing-masing. Namun dalam proses peminangan hingga pembayaran harta maskawin, nilai yang dijunjung tetap sama, yaitu kekeluargaan, kebersamaan, dan penghormatan kepada perempuan,” ujar Herlin Monim sapaan akrab Wakil Ketua I DPR Papua itu kepada Pasific Pos disela sela acara prosesi adat di kediamannya pada Sabtu 10 Januari 2026.

Pada kesempatan itu, ia pun mengungkapkan rasa syukur atas besarnya dukungan yang diberikan oleh keluarga besar, kerabat, sahabat, dan teman-teman yang hadir secara sukarela. Hingga prosesi berlangsung,

“Saya sendiri sebagai mama dan sekaligus sebagai bapak bagi anak Joshua yang sebentar akan melangsungkan pernikahan, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik itu keluarga, sahabat teman dan kerabat yang sudah datang dengan sukacita dan suka rela. Kami tidak dapat membalasnya, hanya Tuhan yang dapat membalas semua kebaikan ini,”ungkapnya.

Sekedar diketaui, tercatat lebih dari 300 piring adat telah terkumpul dan satu Guci sedang.

Bahkan, jumlah tersebut makin terus bertambah hingga sore hari seiring kehadiran para kerabat yang ingin turut mengambil bagian dalam prosesi adat tersebut.

“Untuk mengumpulkan ratusan piring tentu bukan perkara mudah jika dilakukan sendiri. Namun dengan kekerabatan yang terjalin, dalam hitungan jam semua itu dapat terkumpul. Ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai gotong royong dalam adat Papua,”ujar Herlin Monim.

Menurut Herlin, prosesi Buka Meja bukan hanya bertujuan mengumpulkan harta maskawin, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang diharapkan akan terus terjalin hingga generasi mendatang.

Untuk itu, ia berharap, tradisi adat seperti ini tetap dijaga dan diwariskan kepada anak cucu sebagai bagian dari warisan budaya Papua.

Adapun rangkaian tahapan pernikahan selanjutnya, akan dilanjutkan dengan prosesi peminangan yang direncanakan akan berlangsung pada bulan Maret 2026 di Timika, sekaligus pembicaraan resmi terkait pembayaran harta maskawin.

Setelah itu, kata Herlin Monim, resepsi pernikahan dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan April 2026 di Kota Jayapura.

“Adat ini kita lakukan bukan karena tuntutan, tetapi sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab adat. Tradisi ini harus tetap kita pelihara dan jaga agar tidak punah,”tandasnya.

Ia menambahkan, Puji Tuhan, posesi adat Buka Meja yang digelar keluarga Yoweni – Monim berlangsung dalam suasana penuh suka cita dan penuh kekeluargaan yang diawali dengan doa ungkapan syukur, serta partisipasi aktif dari seluruh kerabat.

Untuk itu, Herlin Monim mengingatkan, momentum ini menjadi pengingat bahwa adat istiadat Papua tetap hidup dan terus dirawat melalui nilai kebersamaan, saling menopang, dan tali persaudaraan yang kuat. (Tiara).

Related posts

Astra Motor Papua Berikan Edukasi Mengenai Sistem ABS

Fani

Soroti Tindakan BBKSDA Papua, Alberth Merauje: Tindak Yang “Tidak Berhikmat” dan Mengabaikan Rasa Budaya

Bams

Masyarakat Maluku Hadiri HUT IKemal Ke-19, Jaga Tali Persaudaraan

Bams

Peringati HUT ke-32, PT AMJ Robongholo Nanwani Jalan Sehat Bersama Tukang Ledeng Jayapura

Bams

Pastikan Kesiapsiagaan Hari ke-13 Operasi Lilin Cartenz-2025, Polda Papua Gelar Apel Serah Terima

Bams

Lewat Goes To School, Ini Pesan Penting Wakil Wali Kota Jayapura

Bams

Leave a Comment