Pasific Pos.com
Ekonomi & BisnisHeadline

Jaga Kedaulatan NKRI, BI dan Lantamal X Jayapura Lepas Tim ERB

Tim ERB foto bersama. (Foto : Zulkifli)

Jayapura – Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2024 merupakan program rutin Bank Indonesia sesuai amanat Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah.

Bank Indonesia memiliki misi untuk menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar.

Pelaksanaan amanat undang-undang dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah mengingat kondisi geografis NKRI sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

Untuk menjangkau pulau-pulau di wilayah 3T, BI bekerja sama dengan TNI AL yang memiliki armada dan kegiatan operasi memadai sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Dengan menggunakan Kapal Perang KRI Mata Bongsang – 873, tim ERB Papua akan menyambangi dan melakukan kegiatan kas keliling di lima wilayah Provinsi Papua yang termasuk dalam kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), yaitu Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras. Pulau tersebut berada di perairan utara Pulau Papua.

Upacara pelepasan ERB secara bersama dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Faturachman, Danlatamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, Penjabat Sekda Papua, Derek Hegemur dan tamu undangan di Satrol Lantamal X Jayapura, Senin (13/5/2024).

Tim ERB 2024 Papua akan sambangi lima pulau 3T di Papua. (Foto : Zulkifli)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman mengatakan, Bank Indonesia menyediakan uang layak edar sebesar Rp13,8 milyar dalam program ERB 2024 ini. Sebelum ekspedisi dilakukan di lima pulau 3T tersebut, Bank Indonesia telah berkoordinasi dengan Lantamal X Jayapura.

“Kami telah berkoordinasi termasuk kondisi perairan yang akan disambangi tim ERB,” kata Faturachman usai melepas tim ERB.

Bank Indonesia Papua melibatkan 16 personel yang terdiri dari pegawai Bank Indonesia dari Kantor Perwakilan Papua, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan.Selatan serta Kalimantan Utara.

Kegiatan ERB Papua tahun 2024 mencakup kegiatan kas keliling untuk menyediakan layanan penukaran uang dan menarik Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di masyarakat dalam rangka penerapan clean money policy.

Harapannya uang yang beredar di wilayah 3T menjadi lebih layak kondisinya dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pada rangkaian ERB ini juga mencakup kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dan penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada masyarakat dan sekolah di pulau-pulau tersebut.

Bantuan PSBI dimaksud akan diberikan dalam bentuk sembako dan peralatan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar seperti tas, alat tulis, laptop/komputer, printer, dan proyektor dengan total senilai kurang lebih Rp500 juta.

Sementara itu, Danlatamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono mengatakan, pihaknya mengerahkan 26 personel yang merupakan awak KRI Mata Bongsang – 873 untuk membantu personel Bank Indonesia dalam melaksanakan ERB.

“Kami memiliki tiga KRI, salah satunya Mata Bongsang 873 yang sudah enam bulan tidak pulang ke markas karena sedang beroperasi di wilayah armada III, tapi sekarang kembali untuk membantu Bank Indonesia menyediakan uang layak edar di pulau 3T,” jelas Ludi.

Penjabat Sekda Papua, Derek Hegemur menyampaikan bahwa ERB perlu dilakukan mengingat Provinsi Papua berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini.

Menurutnya, pelaksanaan ERB menjadi kebanggaan kita bahwa lewat rupiah kita menyatakan kedaulatan NKRI. Juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme kita, tentu saja untuk kemajuan pembangunan,” ucapnya. (Zulkifli)