Pasific Pos.com
Info PapuaLintas DaerahNasional

IPI Dorong Pemerintah Indonesia Perkuat Pengamanan di Area Bandar Udara, Lapangan Terbang dan Airstrip di Papua

President Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt. Rama Noya, B.Eng, didampingi sejumlah pilot, ketiga menggelar Konferensi Pers terkait  keamanan penerbangan sipil di Papua di Suni Garden Lake  Hotel & Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/3/2023).

Sentani – Ikatakan Pilot Indonesia (IPI) mendorong Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pengamanan di area Bandar Udara, Lapangan Terbang dan Airstrip di Papua.

Dorongan tersebut tertuang pada point ke 4 ( empat) dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan IPI, menyikapi gangguan keamanan penerbangan di Papua.

“Sesuai dengan Rekomendasi IPI terkait Implementasi Keamanan Penerbangan di Papua tahun 2022, Ikatan Pilot Indonesia mendorong Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pengamanan di area Bandar Udara, Lapangan Terbang dan Airstrip di Papua,” ujar President Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt. Rama Noya, B.Eng, didampingi sejumlah pilot, ketika membacakan pernyataan sikap IPI di sela-sela Konferensi Pers di Suni Garden Lake Hotel & Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/3/2023).

Sebab kata Capt. Rama Noya beberapa tahun terakhir ini, gangguan keamanan terhadap penerbangan sipil di Papua semakin meningkat.

Noya mengatakan, di 3 (tiga) bulan pertama sejak Januari sampai dengan Maret 2023 ini saja, sudah terjadi 4 (empat) kali gangguan keamanan terhadap penerbangan sipil di Papua.

“Oleh karena itu, sesuai dengan UU Republik Indonesia No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya keamanan penerbangan, kami memohon Pemerintah Indonesia untuk menjalankan amanat keamanan penerbangan nasional, khususnya di Papua,” pinta Noya.

Menurut Noya, beberapa kejadian diatas yang pernah terjadi di tahun 2021 dan 2022 hingga beberapa waktu lalu tentunya merupakan suatu hal yang memprihatinkan dan sangat disesalkan terjadi. Karena sebagian besar kebutuhan hidup dari masyarakat Papua, disuplai melalui pesawat terbang.

Baik itu, bahan makanan, obat-obatan, pakaian, bahkan bahan bakar untuk penerangan serta untuk kendaraan, perpindahan penduduk, semua disuplai melalui pesawat atau penerbangan sipil.

“Untuk itu, penerbangan sipil di Papua harus dijaga oleh masyarakat Papua. Menyerang atau mengganggu keamanan penerbangan sipil di Papua sama dengan mengganggu masyarakat Papua,” tegasnya.

Sebagai Bagian dari Organisasi Profesi Pilot Internasional IFALPA (International Federation of Airline Pilot Association), IPI menghimbau semua pihak, untuk menjaga, melindungi, pilot dan penerbangan sipil di Papua. Ia juga meminta agar gangguan keamanan terhadap pilot dan penerbangan sipil di Papua agar dihentikan.