Pasific Pos.com
Headline

Imbas Kerusuhan Wamena, Ratusan Orang Mengungsi ke Makodim Jayawijaya

Masyarakat mengungsi di beberapa tempat pasca kerusuhan di wamena.

Wamena – Aparat TNI membuka posko dan dapur umum untuk melayani pengungsi yang mengamankan diri saat kerusuhan terjadi pada Kamis (23/2/2023) di Sinakma Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dandim 1702/Jayawijaya, JWY Letkol Cpn Athenius Murip mengatakan, sejak dibuka pada Jumat (24/2/2023), sebanyak 307 warga mengungsi ke Posko Makodim 1702/Jayawijaya.

“Saat ini kami menampung pengungsi di Makodim sebanyak 307 orang, terdiri dari 192 orang dewasa dan 115 orang anak-anak,” kata Dandim, Sabtu (25/2/2023),

Sebelumnya, Dandim mengatakan bahwa pengungsi tersebut membutuhkan bantuan berupa sandang dan pangan seperti pakaian, makanan, dan barang-barang keperluan anak dan perempuan.

“Para warga yang mengungsi di Markas Kodim 1702/JWY umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan,’’ kata Dandim.

Menurutnya, saat ini Kodim hanya mengandalakna bantuan logistik yang masih tersedia di markas. Selain pakaian dan makanan, kata Dandim, pengungsi juga membutuhkan susu untuk balita, popok bayi, dan pembalut untuk perempuan.

Diketahui, kerusuhan yang terjadi dipicu beredarnya informasi hoak soal penculikan anak.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhir mengatakan, sebelumnya situasi telah kondusif, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengumpulkan Forkopimda, tokoh agama dan adat dan akan diselesaikan di kepolisian.

‘’Namun menjadi rusuh lantaran ada yang memprovokasi, sehingga mengakibatkan 10 warga sipil tewas, 18 aparat luka-luka, 16 diantaranya terkena lemparan batu, 2 lainnya terkena panah,’’ jelas Kapolda dalam keterangan persnya, Jumat (24/2/2023).

Sementara itu, hingga berita ini di muat, 11 orang meninggal dunia, 23 orang luka-luka dan 18 personel kepolisian teluka akibat lemparan batu dan panah. Tak hanya itu, 2 ruko, 13 rumah dan kendaraan lainnya ikut dibakar massa.

Leave a Comment