Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Hingga Oktober, REI Papua Bangun 1.521 Unit Rumah Subsidi

Ilustrasi FLPP. (Foto : shutterstock)

Jayapura – Real Estate Indonesia (REI) meyakini penjualan properti, terutama perumahan subsidi di Papua akan terus tumbuh.

Hal ini sejalan dengan semakin membaiknya perekonomian di Papua yang diperkirakan tumbuh sebesar 3,50 hingga 4,50 persen pada 2023, dan 5,25 persen hingga 6,25 persen pada 2024 mendatang berdasarkan catatan Bank Indonesia.

Sekretaris DPD REI Papua, Akbar Arif mengatakan, pembangunan rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga posisi Oktober sebesar 80 persen atau 1.521 unit dari kuota sebanyak 2.000 unit.

“Kami minta tahun 2024 pemerintah menambah kuota hingga 50 persen, karena peminat rumah subsidi yang dibangun REI cukup tinggi,” kata Akbar di Jayapura, Selasa (12/12/2023).

Selain kuota, REI juga berharap harga rumah subsidi naik sebesar 10 persen dari harga yang berlaku saat ini sebesar Rp234 juta per unit.

Akbar mengungkapkan, meskipun saat ini tahun politik, hal itu tidak mempengaruhi penjualan properti, terutama perumahan.

“Termasuk perumahan komersil tidak terpengaruh di tahun politik. Tetapi yang menjadi kendala, harga tanah semakin mahal dan juga pengurusan perizinan sedikit rumit terkait tata ruang, sehingga pembangunan rumah komersil stagnan,” jelasnya. (Sari)