Hearing Dialog dan Bukber, Herlin Monim Berbagi Kasih kepada Jurnalis dan Staf Sekretariat DPR Papua
Jayapura,- Di moment bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, tahun 2026, Wakil Ketua I DPR Papua, Herlin Beatrix M Monim, SE. MM menggelar kegiatan hearing dialog sekaligus menggelar buka puasa bersama atau Bukber dengan sejumlah staf dan pegawai di lingkungan Sektetariat Kantor DPR Papua, pengurus partai NasDem Papua serta sejumlah Jurnalis.
Acara tersebut dihadiri langsung Sekretaris DPR Papua, Mulyani, S. Sos, M.Si dan Ustadz Ahmad Zaenuri sebagai penceramah yang berlangsung di Dermaga Parkir Gedung II DPR Papua, Sabtu sore, 14 Maret 2026.
Bahkan di moment bulan suci Ramadhan ini, Legislator Papua itu berbagi kasih kepada Jurnalsi dan sejumlah Staf yang ada di lingkungan Sekretariat DPR Papua, serta beberapa kader Partai NasDem.
Dalam sambutannya, Beatrix Herlin Monim mengatakan momentum bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk belajar tentang kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan tidak hanya berkaitan dengan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalankan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Bulan Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan juga kepedulian terhadap sesama. Walaupun kita berbeda agama, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk saling berbagi kasih dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas di lembaga DPR Papua,” ujar Herlin Monim, sapaan akrabnya.
Politisi Partai Nasdem itu menjelaskan, kegiatan hearing dialog yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini merupakan bentuk kepedulian kepada staf yang selama ini mendukung tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan DPR Papua.
“Ini juga menjadi bentuk kasih sayang kepada semua staf yang selama ini mendukung dan menopang saya dalam tugas dan kerja di DPR Papua,” ucapnya.
Lanjut dikatakan, meskipun kegiatan tersebut digelar secara sederhana, namun memiliki makna yang mendalam karena menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas.
“Tidak hanya sekadar makan dan minum bersama, tetapi bagaimana kita membangun komitmen bersama untuk menjalankan tanggung jawab dengan rasa saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain,”kata Herlin Monim.
Dengan demikian, ia pu berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja dan tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial semata.

Pada kesempatan ini, Herlin Monim juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim yang menjalankannya serta berharap amal ibadah selama Ramadan mendapatkan keberkahan.
“Saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi Bapak dan Ibu sekalian. Semoga apa yang diamalkan selama bulan Ramadan dijawab oleh Tuhan dan membawa kedamaian, kesehatan serta kebaikan bagi kita semua,”imbuhnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapan agar umat Muslim dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kemenangan setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan.
Sementara itu, kultum Ramadhan atau ceramah singkat sebelum berbuka puasa disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zaenuri yang mengajak para hadirin untuk memperkuat ketahanan spiritual, emosional, dan intelektual dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, kekuatan spiritual sangat penting untuk membangun sikap kasih sayang dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pentingnya memperkuat ketahanan bangsa di berbagai sektor seperti keamanan, pangan, energi, dan teknologi agar mampu menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam Tauziahnya, Ustadz pun mengingatkan bahwa Pancasila merupakan dasar penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa di Indonesia.
“Pancasila bukan hanya milik satu golongan, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, kita harus menjadikannya sebagai dasar dalam setiap tindakan dan pelayanan kepada masyarakat,”tandasnya..
Dengan demikian, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus melakukan introspeksi diri serta mendekatkan diri kepada Tuhan agar mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan bijaksana dan penuh kesabaran. (Tiara).
