Pasific Pos.com
Ekonomi & BisnisHeadline

GAPKI Papua Ajak Anggotanya Aktif Kampanyekan Sawit Indonesia Ramah Anak

Seminar dan workshop Sawit Indonesia Ramah Anak di Papua digelar GAPKI. (Foto : Zulkifli)

Jayapura – Berbagai upaya dilakukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Papua untuk mengkampanyekan Sawit Indonesia Ramah Anak, salah satunya melalui seminar dan workshop bertajuk Promosi Sawit Indonesia Ramah Anak di Papua.

Ketua GAPKI Cabang Papua, Tulus Sianipar mengatakan, komoditas sawit sangat berperan menggerakkan ekonomi dan penyumbang devisa terbesar.

“Di Papua sendiri sawit mampu menggerakan perekonomian. 30 perusahaan sawit di Papua telah menyerap kurang lebih 40 ribu tenaga kerja. Apabila dikaitkan dengan tenaga kerja, kita bicara keluarga berarti ada anak yang merupakan masa depan bangsa,” ujar Tulus dalam seminar dan workshop tersebut yang digelar di Jayapura, Rabu (5/6/2024).

Oleh sebab itu, kata Tulus, untuk memastikan bahwa anak yang ada dalam perkebunan kelapa sawit mendapatkan perlindungan, hak- hak yang dia punyai, maka diperlukan regulasi ataupun standar tertentu sehingga pelaksanaan atau pekerjaan di kebun tidak melanggar hak mereka.

Dia mengungkapkan bahwa GAPKI telah berkolaborasi dengan Partnership for Action Against Child Labour in Agricultur (PAACLA) atau Kemitraan Multi-pihak Untuk Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian di Indonesia yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Menyikapi kampanye negatif tentang perkebunan kelapa sawit yang marak beredar di media sosial, Tulus mengatakan bahwa menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa mengkampanyekan praktik positif yang dilakukan di perkebunan sawit terhadap anak.

“Kita harus berani mengkampanyekan bahwa sawit adalah masa depan Indonesia, kalau kita hanya hanya berdiam diri dan sibuk dengan urusan sendiri, maka bisa menjadi sasaran terus menerus terhadap kampanye negatif,” tegasnya.

Anggota Dewan Pembina GAPKI Papua, Syahrial Mahmud (kiri) dan ketua GAPKI Cabang Papua, Tulus Sianipar. (Foto : Syahriah Amir)

Tulus menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran semua pihak tentang kebijakan perlindungan anak dan pencegahan pekerja anak di Papua khususnya di perkebunan kelapa sawit.

Perusahaan sawit dibawah naungan GAPKI telah melakukan upaya menciptkan lingkungan perkebunan sawit ramah anak.

Anggota Dewan Pembina GAPKI Papua, Syahrial Mahmud mengatakan, tak hanya tempat bermain, perusahaan sawit juga menyediakan ruang belajar bagi anak dengan mendatangkan tenaga pengajar dari Dinas Pendidikan, serta memberikan pemahaman yang baik tentang sawit.

“Perusahaan sawit anggota GAPKI telah berkomitmen memenuhi kebutuhan anak dengan menyediakan fasilitas pendukung di lingkungan perkebunan sawit. Kami sangat peduli terhadap anak dan perempuan,” jelasnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa memilih Papua sebagai daerah pertama untuk mengkampanyekan Sawit Ramah Anak lantaran wilayah ini telah terbagi menjadi beberapa provinsi.

“Sudah ada enam provinsi di Tanah Papua dan perkebunan sawit tersebar di enam provinsi tersebut, kita ingin menyatukan komitmen untuk terus mengkampanyekan Sawit Ramah Anak yang diawali di Tanah Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian Setda Papua, Setiyo Wahyudi mengatakan, acara ini merupakan wujud nyata dan komitmen bersama untuk memajukan sektor perkebunan kelapa sawit dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pemerintah Provinsi Papua, sebut Setiyo, menyambut baik kegiatan tersebut sejalan dengan Papua yang mengarah pada “emas hijau dan emas biru”.

“Emas hijau itu sawit. Komoditi ini juga penting, tetapi dalam lingkungan perkebunan pasti ada anak-anak, sehingga harus menciptakan lingkungan perkebunan sawit Ramah Anak,” ucapnya. (Zulkifli)