Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Gali potensi Kerajinan Tangan Berbasis Budaya Masyarakat Lokal, Balai PPMD Gelar Pelatihan

Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, daerah tertinggal dan transmigrasi Jayapura, Angling Kusumoputro, SH. MH bersama Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ir. Leroy Samy Uguy sedang memperlihatkan hasil karya peserta.

SENTANI – Guna menggali potensi kerajinan tangan masyarakat lokal, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) melalui Balai Pelatihan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), daerah tertinggal dan transmigrasi Jayapura, menggelar pelatihan pengembangan kerajinan tangan berbasis budaya tradisional di Balai Transmigrasi Sentani, Papua.

Pelatihan yang di gelar selama tiga hari sejak Rabu 27 Juli hingga Jumat 30 Juli 2021, diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, daerah tertinggal dan transmigrasi Jayapura, Angling Kusumoputro, SH. MH disaksikan Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ir. Leroy Samy Uguy.

Ditemui usai penutupan pelatihan, Ir. Leroy Samy Uguy mengatakan inti dari pelatihan pengembangan kerajinan tangan berbasis budaya tradisional ini untuk menggali potensi masyarakat asli papua.

“Kita hanya memberikan input keahlian-kealihan sehingga hasil kerajinan tangan mereka semakin bagus, keahliannya semakin baik dan hasilnya siap untuk dipasarkan,”terang Leroy.

Leroy berharap dengan keahlian yang dimiliki kedepannya para peserta dapat memiliki pendapatan secara berkelanjutan

“Apalagi kedepannya kita akan punya ivent-ivent besar dalam hal ini PON, kalau produknya tersedia terus-menerus, pasti akan di cari. Nah dengan ukiran ornamen dan anyaman seperti noken atau topi tadi, tentunya semakin banyak kesempatan masyarakat setempat untuk mendapatkan pendapatan,”jelasnya.

Tak lupa juga dalam pelatihan ini, lanjut Leroy, pihaknya juga mengundang pihak Koperasi Papua Timber Jaya. koperasi ini, kata Leroy akan membantu masyarakat dalam memfasilitasi dan mempromosikan hasil karya masyarakat kepada pembeli baik yang ada di Papua maupun diluar papua.

Ia menegaskan, kerjasama dengan balai pelatihan masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat setempat untuk memproduksi  karya yang mempunyai nilai tambah.

“Jadi kalau nilainya makin bertambah, maka masyarakat asli papua semakin sejahtera dan ini yang kami harapkan,”ujarnya.

Leroy menambahkan bahwa pelatihan seperti ini tidak berhenti hari ini tapi akan terus berkelanjutan.

“Ini baru angkatan pertama, nanti kedepannya masih ada lagi dan tidak hanya tentang kerajinan tangan tapi mungkin beragam lagi,”tukas Leroy.

Ditempat yang sama, Ketua Koperasi Timber Jaya, Alexandra Ivona mengatakan bahwa pihaknya hadir dalam pelatihan ini untuk memberikan dukungan dalam hal promosi hasil karya masyarakat kepada para pembeli baik yang ada di Papua, mapun luar Papua. Tapi sebelum melakukan itu, pihaknya terlebih dulu akan merangkul masyarakat (peserta) untuk menjadi bagian dari koperasi.

“Supaya kedepannya jika ada kegiatan pelatihan ataupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi mereka, bisa dengan mudah kita salurkan,”ujarnya.

Koperasi Timber Jaya sendiri, kata wanita yang akrab disapa xandra telah bekerjasama dengan beberapa bank dan siap memberikan dukungan bantuan kepada masyarakat yang sudah tergabung dalam koperasi.

“Tapi intinya disini, kami berencana mengekspor ornamen hasil karya mereka (peserta) agar bisa kita perkenalkan kepada dunia. Supaya orang luar negri juga tau di Papua banyak seniman-seniman hebat yang masih perlu sentuhan untuk bersaing dengan dunia industri modern,”ungkap Xandra.

Disinggung soal kota ataupun negara yang yang akan menjadi tujuan ekspor ornament hasil karya masyarakat ini, kata Xandra bahwa pihaknya berencana mengirim ornament dan beberapa hasil karya masyarakat ke negara New Zealand (Slandia Baru).

“Itupun masih usaha ya, semoga bisa tembus kesana karena pengiriman barang ke luar negri kan banyak syarat-syarat tertentu. Kalau dari Papua sendiri, kita belum pernah mengirim tapi kalau untuk luar Papua, kita sudah berjalan dengan beberapa vendor di Jawa,”katanya.

“Sekarang kita akan coba selipkan dulu hasil karya ini, semoga dapat dilirik dan menjadi kemudahan kedepannya untuk kita legalitas kan,”tambah Xandra.

Artikel Terkait

Minta Dukungan dan Restu Adat, FPKPPE Papua Temui Ondofolo Yanto Eluay

Jems

Peserta Jambore Kader PKK Diingatkan Tetap Jalankan Prokes Ketat

Jems

BPD Forum SOPAN Resmi di Lantik Bupati Mathius

Jems

Ini Pernyataan Sikap Forum Indonesia Bersatu, Sikapi Penolakan Otsus Jilid II

Jems

Mulai Rabu, Mall dan Pusat Perdagangan Beroperasi Sampai Pukul 18.00 WIT

Jems

Kepala DP2KP : Bukan Penyalahgunaan Tapi Kelebihan Bayar Sebesar 3 M

Jems

Jimmy Yoku: Saya Siap Mendukung Tugas Kepala Badan

Jems

Kapolres Jayapura Pimpin Langsung Upacara Kenaikan Pangkat Anggotanya

Jems

212 Pejabat Pemkab Jayapura di Rotasi Bupati Mathius

Jems