Fokus Sektor Pangan, Pemkab Jayapura Prioritaskan Kakao dan Padi sebagai Komoditas Unggulan
JAYAPURA,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menegaskan arah pembangunan daerah dengan memfokuskan pada sektor pangan sebagai fondasi utama penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dua komoditas utama yang kini menjadi prioritas adalah kakao dan padi, yang dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan dampak cepat, nyata, dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, mengatakan bahwa pemilihan kakao dan padi sebagai komoditas unggulan didasarkan pada pertimbangan nilai strategis dan kemanfaatannya bagi masyarakat.
Menurutnya, pangan merupakan dasar dari kemandirian ekonomi, dan Pemkab Jayapura ingin memastikan pembangunan berjalan dengan fokus dan terarah.
“Kakao memiliki pasar yang jelas, permintaan tinggi, dan masa panen yang relatif singkat, hanya sekitar satu setengah tahun sejak ditanam. Dengan begitu, masyarakat bisa cepat menikmati hasilnya,” ujar Haris saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025).
Di sisi lain, Pemkab Jayapura juga tengah menyiapkan lahan baru untuk pengembangan padi, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi beras lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta mendukung program swasembada pangan yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
“Kakao dan padi adalah dua komoditas yang memiliki nilai strategis. Kakao mendukung pendapatan masyarakat, sementara padi menjamin ketersediaan pangan. Keduanya saling melengkapi,” tambah Haris.
Haris menyebut, meski terdapat berbagai komoditas strategis lainnya seperti lada, tebu, kopi, dan vanili, Pemkab Jayapura memilih untuk fokus pada dua komoditas tersebut agar pelaksanaan program tidak tersebar dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Pelaksanaan teknis program ini akan melibatkan Dinas Perkebunan, instansi terkait, dan kelompok petani lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mendukung pembiayaan serta pendampingan teknis.
Dengan strategi penguatan sektor pangan tersebut, Pemkab Jayapura optimistis dapat menjadi salah satu lumbung pangan di wilayah Papua. Lebih dari sekadar produksi, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh nilai tambah ekonomi dari hasil pertanian mereka.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Inilah visi besar kami dalam membangun ketahanan pangan daerah,” pungkas Haris Yocku.
