Dirut Mulyono Fokus Benahi Tata Kelola Perusda Baniyau dan Dongkrak PAD Lewat Pakan Ternak

SENTANI – Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau yang baru, Mulyono S.PT menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor bisnis yang lebih produktif.

Ia mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah menjaga eksistensi Perusda hingga saat ini. Namun ke depan, menurutnya, berbagai kekurangan harus segera diperbaiki agar tidak menjadi beban bagi manajemen baru.

“Kita berterima kasih karena Perusda masih ada sampai sekarang. Tapi ke depan kita harus perbaiki tata kelola. Apa yang salah kita benahi, supaya tidak jadi beban ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, Perusda merupakan ujung tombak dalam mendukung peningkatan PAD Kabupaten Jayapura. Karena itu, perusahaan daerah tidak bisa terus bergantung pada suntikan dana pemerintah, melainkan harus mampu menghasilkan keuntungan secara mandiri.

“Pesan Bupati jelas, kita tidak bisa terus berharap dari pemerintah daerah. Perusda harus bisa cari uang lewat bisnis. Dikasih modal kecil harus bisa jadi besar,” katanya.

Dirut juga menekankan pentingnya soliditas tim dalam menjalankan perusahaan. Ia menyebut seluruh jajaran direksi harus memiliki satu visi dan satu hati agar Perusda bisa berkembang.

“Kalau ada satu saja yang tidak sejalan, tim ini belum solid. Jadi kita harus satu hati,” tegasnya.

Fokus Awal: Pabrik Pakan Ternak

Sebagai langkah awal, Perusda akan memprioritaskan pembangunan pabrik pakan ternak. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar karena kebutuhan pakan di Papua sangat tinggi, sementara bahan baku lokal melimpah.

Ia menjelaskan, bahan seperti jagung dan dedak dari petani lokal dapat dimanfaatkan hingga 60 persen untuk produksi pakan, sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.

“Kalau kita bangun pabrik pakan, kita ada di tengah-tengah. Petani punya pasar untuk jual hasilnya, peternak juga dapat pakan lebih murah. Ini win-win solution,” jelasnya.

Selain pakan ayam, ke depan juga akan dikembangkan pakan ternak babi yang memiliki pasar besar di Papua.

“Semua itu jadi uang. Potensinya jelas,” tambahnya.

Kembangkan Aset dan Gandeng Perbankan

Selain sektor pakan ternak, Perusda juga akan melakukan pendataan ulang seluruh aset, termasuk perumahan, lahan, dan papan reklame.

Dirut menyebut, aset perumahan yang sebelumnya diperuntukkan bagi ASN kini akan dievaluasi kembali untuk melihat potensi pengembangannya.

“Kita akan data dulu berapa unit yang masih bisa dikelola. Kalau butuh modal besar, kita bisa gandeng perbankan,” ujarnya.

Transformasi Jadi Perseroan Terbatas

Dalam upaya meningkatkan fleksibilitas bisnis, Perusda juga akan bertransformasi dari bentuk badan usaha daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Langkah ini dinilai penting agar perusahaan dapat lebih leluasa dalam mengembangkan usaha dan menjalin kerja sama bisnis.

“Selama ini bentuknya membatasi gerak. Dengan menjadi PT, kita bisa lebih ekspansif,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan nama dan akta perusahaan akan segera diproses melalui notaris dalam waktu dekat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Wabup Haris Yocku Dukung Pemberantasan Miras dan Narkoba

Jems

Keinginan Sopir Depapre Terwujud, Kapolres: Harapan Kami Ada Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

Jems

Ondofolo Yakob Sebut Pertanian Buah di Kampung Puay Jadi Awal Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat

Jems

BTM-CK Unggul di 11 TPS Hawai Sentani pada PSU Pilgub Papua

Bams

Pengendara Sepeda Motor Alami Kecelakaan Akibat Pohon Tumbang

Jems

Pekan Depan, Kaesang Pangarep Akan Blusukan ke Papua untuk Pilkada 2024

Bams

Leave a Comment