Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Diduga Gadaikan DD, Masyarakat Adat Suku Elseng Minta Pj Bupati Jayapura Copot Kakam Benggwin Progo

Suasana konferensi pers terkait pembacaan pernyataan sikap dari tokoh dan masyarakat adat Suku Elseng Kampung Benggwin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Senin (12/6/2023) di Kota Sentani.

Sentani – Diduga gadaikan Dana Desa (DD), Masyarakat Suku Elseng  meminta kepada Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si., copot Kepala Kampung Benggwin Progo,Yesaya Nasa.

Permintaan itu disampaikan pimpinan Adat yang juga Ondoafi Suku Elseng Kampung Benggwin Progo, Markus Waimenie saat membacakan empat (4) pernyataan sikap Masyarakat Adat Suku Elseng, Kampung Benggwin Progo, Senin (12/6/2023) di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurut Markus Waimenie, kepala kampung  telah mengabaikan kepentingan rakyat, serta banyak gunakan Dana Desa (Kampung) tidak sesuai dengan kepentingan kampung.

“Untuk itu mewakili masyarakat adat dan masyarakat kampung Benggwin Progo, pertama kami menolak cara-cara atau gaya kepemimpinan kepala kampung atas nama Yesaya Nasa yang selalu tertutup dalam mengelola dana kampung,” ujar Markus.

Selanjutnya kata Markus, menolak kebiasaan saudara Yesaya Nasa yang sering menggadaikan kuota bantuan dana desa/kampung Benggwin Progo sebagai jaminan untuk meminjam uang kepada koperasi simpan pinjam untuk kepentingan pribadi.

“Oleh karena itu di poin ketiga dari pernyataan yang kami buat, menolak secara tegas saudara Yesaya Nasa dari jabatan kepala kampung Benggwin Progo karena memiskinkan masyarakat kampung dengan cara melakukan korupsi uang masyarakat kampung untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya,” tegas Markus.

“Kami juga menyatakan secara tegas pada poin keempat agar Pj Bupati Jayapura segera mengangkat karateker kepala kampung untuk mempersiapkan pemilihan ulang kepala kampung di kampung  Benggwin Progo,” tambahnya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada Sabtu 10 Juni 2023 pihaknya telah melakukan tahapan yaitu sidang adat pertama, tetapi kepala kampung tidak menggubris sidang adat tersebut dan kembali melakukan sidang adat kedua dengan membuat pernyataan sikap masyarakat adat Suku Elseng Kampung Benggwin Progo di Balai Serbaguna.

“Jadi, pernyataan sikap ini kami buat dan kami telah tandatangani bersama oleh masyarakat ada Suku Elseng Kampung Benggwin Progo,” tutupnya.

Senada dengan masyarakat adat suku Elseng, Ketua Tim Pemantau Keuangan Kabupaten Jayapura, Edison Awoitauw yang juga selaku kuasa hukum masyarakat adat suku Elseng menilai Kepala Kampung Benggwin Progo yang telah menjabat dari tahun 2021 tidak pernah melakukan tugasnya dan fungsinya sebagai kepala kampung, serta jarang berada di tempat.

Edison Awoitauw menjelaskan, selama dua (2) tahun kepala kampung menjabat tidak pernah ada pembangunan di kampung, sehingga pimpinan adat atau Ondoafi, Tokoh Adat, masyarakat adat Suku Elseng Kampung Benggwin Progo melakukan pertemuan sidang adat kedua di Balai Serbaguna, Kampung Benggwin Progo, Sabtu 10 Juni 2023 pekan lalu.

“Pimpinan adat atau Ondoafi, juga tokoh adat, masyarakat adat menyampaikan pernyataan sikap terhadap Kepala Kampung Benggwin Progo agar secepatnya dicopot dari jabatannya sebagai kepala kampung, dengan alasan selama menjabat tidak pernah ada pembangunan, yang ada sekarang ini adalah peninggalan dari kerja kepala kampung yang sebelumnya,” jelasnya.

Edison juga menegaskan, selain mencopot Kepala Kampung Benggwin Progo, dirinya juga akan meminta kepada Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo agar segera mencopot Kepala DPMK dan Kepala Distrik Kemtuk

“Selain itu, dengan bukti-bukti yang kami miliki akan melaporkan ke pihak penegak hukum. Kok bisa tidak ada pembangunan di kampung dan kepala kampung juga jarang di tempat, tetapi dana kampung terus di cairkan selama 2 tahun. Kita tahu dalam pencairan dana kampung ada mekanisme dan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan pencairan,” sentil Edi sapaan akrabnya.

Tidak hanya itu, Edison juga meminta Kepala DPMK melakukan pemeriksaan terhadap kepala kampung di 139 kampung yang ada di daerah ini, tentang pembangunan dengan menggunakan dana kampung.

Sekedar diketahui, pembacaan pernyataan sikap itu juga dihadiri sejumlah Pengurus Harian Masyarakat Adat Suku Kampung Benggwin Progo, Martinus Nahak selaku sekretaris, Enos Waskay selaku Ondoafi Suku Waskay, Sem Adolof Rumansara, Sokrates Waimenie, Atarkus Waskay, Roberth Maryen, Dominggus Imonsana, Manase Waiweni sebagai anggota dan Romy Majuntu.

Artikel Terkait

Edison Awoitauw Target 90 Persen Suara untuk Prabowo – Gibran

Jems

Sah, Edison Awoitauw Resmi Pimpin DPC K-SPSI Kabupaten Jayapura

Jems