Wapres dan Menteri Tak Hadir, Yunus Wonda Tegaskan FDS XV Tetap Meriah

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memastikan puncak Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 tetap berlangsung sesuai agenda, meski Wakil Presiden Republik Indonesia dan Menteri maupun Wakil Menteri Pariwisata dipastikan tidak dapat hadir.

 

Puncak FDS XV akan digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 September 2026. Sebelumnya, rangkaian pra-event telah berlangsung pada 25 hingga 29 Agustus dan mendapat antusiasme besar dari masyarakat.

 

Yunus Wonda mengatakan, ketidakhadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebabkan adanya agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, kondisi bencana alam di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian dan prioritas pemerintah pusat.

 

“Wakil Presiden tidak bisa hadir mengingat ada agenda-agenda negara yang tidak bisa beliau tinggalkan. Beliau menyampaikan secara resmi kepada panitia bahwa belum bisa hadir dalam event tahun ini,” ujar Yunus Wonda dalam Konferensi pers di Pantai Khalkote, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (2/9/2026).

 

Sementara itu, rencana awal yang menjadikan Menteri Pariwisata atau Wakil Menteri Pariwisata sebagai pembuka FDS XV juga mengalami perubahan. Konfirmasi ketidakhadiran keduanya baru diterima panitia pada malam sebelum puncak acara.

 

Dengan demikian, FDS XV akan dibuka oleh Gubernur Papua.

 

Yunus mengakui kemungkinan muncul kekecewaan dari masyarakat karena batalnya kehadiran Wakil Presiden maupun para menteri. Namun, ia meminta seluruh masyarakat tidak menjadikan persoalan tersebut sebagai alasan untuk mengurangi semangat dalam menyukseskan festival.

 

Menurutnya, FDS merupakan event nasional sekaligus ruang bagi masyarakat adat Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, untuk menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.

 

“Event ini tidak tergantung kepada siapa-siapa. Event ini adalah event kita, event masyarakat adat. Kita tetap tunjukkan budaya kita, kita tetap tunjukkan kearifan kita, tetap kita tunjukkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten Jayapura dan kabupaten-kabupaten tetangga,” tegasnya.

 

Ia memastikan seluruh rangkaian acara tetap berjalan normal dan tidak ada agenda yang dipangkas akibat perubahan tamu utama.

 

“Agendanya tetap. Tidak ada satu pun karena ketidakhadiran Wakil Presiden kemudian kita potong. Tidak. Agendanya tetap event normal,” katanya.

 

Sejumlah agenda budaya dan pertunjukan yang telah disiapkan panitia tetap akan dilaksanakan. Di antaranya karnaval budaya yang menampilkan berbagai budaya masyarakat Papua di hadapan tamu undangan, atraksi di Danau Sentani, serta tarian isosolo yang akan melibatkan hampir 20 kampung.

 

Selain itu, tradisi dan atraksi budaya seperti tokok sagu dan ulat sagu juga tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

 

Yunus menyebut FDS XV juga akan dihadiri salah satu duta besar, yakni Duta Besar Rusia, bersama rombongan yang dijadwalkan tiba pada pagi hari dan mengikuti puncak festival.

 

Menurutnya, pelaksanaan FDS XV tahun ini menjadi momentum penting bagi kepemimpinannya untuk mempromosikan potensi budaya Kabupaten Jayapura.

 

Ia berharap pelaksanaan tahun ini dapat menjadi pijakan untuk membuat FDS pada tahun-tahun mendatang semakin besar dan menarik lebih banyak tamu dari dalam maupun luar negeri.

 

“Ini event pertama di pimpinan kami. Ibaratnya ini kita promosi, supaya di tahun-tahun yang akan datang akan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Bupati juga menegaskan bahwa batalnya kehadiran Wakil Presiden dan para menteri bukan merupakan kesalahan panitia. Ia menyatakan seluruh pihak telah berupaya maksimal untuk mempersiapkan kehadiran para pejabat negara tersebut.

 

“Ini bukan kesalahan panitia. Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau mau disalahkan, salahkan Bupati. Saya yang disalahkan dan saya yang bertanggung jawab untuk semua ini. Saya siap ketika disalahkan. Jangan panitia,” tegas Yunus.

 

Menjelang puncak FDS XV, Yunus mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura, termasuk masyarakat adat, ondoafi, ondofolo, kepala suku, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh elemen masyarakat di 19 distrik dan 129 kampung untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan festival tersebut.

 

“Mari kita sama-sama sukseskan event ini, karena ini event kita. Kita tidak melihat karena ketidakhadiran Wakil Presiden ataupun para menteri kemudian kita berhenti. Tidak. Ini agenda kita. Ini ruang kita untuk tetap memunculkan budaya dan adat kita,” pungkasnya.

Related posts

Fast Track Madinah Lancar, Jemaah Calon Haji Disambut Sukacita

Fani

PFA Masih Yang Terbaik di Papua

Bams

Kopi Papua Tembus Pasar Internasional

Fani

Sarat Prestasi, Begini Sosok Nathania Zefanya Wohel Di Mata Pelatih Dan Orang Tua

Bams

Dinkes Papua Kirim Tim Medis ke Mamberamo Raya

Bams

13 Ribu Mahasiswa Papua Terima Beasiswa Mendiktisaintek

Bams

Leave a Comment