Seruni Kabinet Merah Putih Salurkan Bantuan dan Tinjau Sarana Pendidikan di Perbatasan Papua
Jayapura – Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, alat tulis sekolah, sarana air bersih, serta fasilitas penunjang pendidikan kepada warga dan peserta didik di SD Negeri Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Rabu (28/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Bidang IV Seruni Kabinet Merah Putih, Ny. Sri Suparni Bahlil, sebagai bagian dari komitmen Seruni untuk hadir dan berbagi manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Ny. Sri Suparni Bahlil menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat dan dunia pendidikan di Papua, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, namun kami serahkan dengan niat yang tulus. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya untuk mendukung kebutuhan air bersih dan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para tenaga pendidik untuk mensosialisasikan kepada peserta didik tentang pentingnya penggunaan air secara bijak, agar lingkungan sekolah tetap bersih, sehat, serta menunjang proses pembelajaran yang aman dan nyaman.
Selain penyerahan bantuan, rombongan Seruni Kabinet Merah Putih bersama Ketua TP-PKK Provinsi Papua, Gubernur Papua, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua dan Kota Jayapura turut melakukan penanaman pohon di halaman sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.
Kedatangan rombongan disambut dengan tarian ungkapan syukur yang dibawakan oleh para siswa SD Negeri Mosso dengan iringan lagu khas Papua Nugini, mencerminkan nilai kebersamaan dan keberagaman di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Mosso, Stevanus Mandowen, menjelaskan bahwa saat ini jumlah peserta didik sebanyak 98 orang, terdiri dari 85 anak asli Kampung Mosso dan 13 anak berkewarganegaraan Papua Nugini. Adapun jumlah tenaga pendidik sebanyak 11 orang, dengan rincian enam ASN dan lima guru berstatus PPPK/P3K.
Ia juga memaparkan kondisi sarana prasarana sekolah, di mana beberapa ruang kelas telah direhabilitasi, namun halaman sekolah masih membutuhkan penataan lebih lanjut, termasuk pemasangan paving block.
“Kami berharap ke depan Bapak Gubernur dan ibu-ibu Seruni dapat kembali berkunjung untuk melihat secara langsung kondisi kami di wilayah perbatasan. Pesan dan aspirasi yang telah kami sampaikan melalui noken kiranya dapat menjadi perhatian,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Seruni Kabinet Merah Putih dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan layanan dasar di wilayah perbatasan Papua.
