Nasabah Bank Papua Dihimbau Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bank

MERAUKE-Seperti yang diketahui hingga saat ini masih sering terjadi kasus penipuan yang mengatasnamakan bank di mana pelaku berpura-pura menjadi perwakilan bank untuk menipu korban agar memberikan informasi pribadi, keuangan bahkan mentransfer uang.

Modusnyapun sangat beragam dan sering melibatkan: Phishing yaitu mengirim email atau pesan teks palsu yang terlihat resmi, meminta korban untuk mengklik tautan berbahaya atau memberikan detail login atau kata sandi. Vishing (Voice Phishing) dengan melakukan panggilan telepon palsu, sering kali menggunakan teknik manipulasi emosi seperti panik atau ancaman untuk meminta informasi sensitif atau mengarahkan korban melakukan transaksi.

Penawaran palsu, yakni menawarkan hadiah, diskon atau layanan perbankan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, biasanya meminta biaya administrasi di muka atau data pribadi. Ada pula pembaruan data, dengan menggunakan alasan pembaruan data nasabah untuk meminta rincian kartu kredit, nomor rekening atau PIN.

Tujuan utama penipuan ini adalah untuk mendapatkan akses tidak sah ke rekening bank korban, mencuri identitas atau langsung mengambil uang mereka. Padahal pihak bank tidak pernah meminta informasi sensitif seperti PIN, kata sandi atau kode OTP melalui telepon, email maupun pesan teks.

Oleh sebab itu masyarakat diminta berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang ditegaskan oleh Pemimpin Bank Papua KCU Merauke, Arpin saat ditemui Pasific Pos di ruang kerjanya, Senin (12/1). Ia meminta masyarakat khususnya nasabah Bank Papua agar segera mengkonfirmasi langsung ke pihak bank jika mendapat informasi yang belum jelas atau mencurigakan melalui handphone.

“Jadi saya ingatkan untuk tidak mudah percaya tetapi langsung konfirmasi ke pihak bank. Sebab ini bukan lagi masalah nasional tetapi sudah menjadi masalah dunia dan bisa menimpa siapa saja. Jika segera dikonfirmasi tentu akan kami bantu untuk menyelamatkan nasabah tersebut,”tegas Arpin. Dijelaskan, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan kemajuan teknologi untuk tindakan kejahatan.

Pihak perbankan juga terus memperkuat tingkat keamanan guna melindungi nasabah dalam bertransaksi. Pasalnya, transaksi elektronik terus mengalami perkembangan dan perbankan juga harus menggunakan. Nasabah dihimbau mencari informasi yang jelas dengan menghubungi call center bank yang bersangkutan atau datang langsung ke kantor bank terdekat.

Pelaku kejahatan akan menggunakan segala cara untuk menipu korban bahkan melalui media sosial. Jika ada nomor yang menghubungi namun bersifat nomor pribadi dan bukan call center maka lebih baik tidak ditanggapi. Akan sangat berbahaya jika mobile banking korban telah dikuasai pelaku.

Ia mengakui ada nasabah Bank Papua yang pernah menjadi korban dan tidak sedikit yang mengeluhkan tentang aksi penipuan tersebut. Di sisi lain, internet banking menjadi fasilitas perbankan yang memudahkan dan efektif.

Memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan (cek saldo, transfer, bayar tagihan, investasi) melalui internet dan menggunakan browser di perangkat seperti komputer atau smartphone tanpa perlu ke bank fisik. Penggunaa layanan ini untuk lingkup Bank Papua juga meningkat dari waktu ke waktu meskipun masih ada yang memilih dengan cara manual dengan alasan tertentu.(iis)

Related posts

Pelindo Kelola 3.191 Call Kapal dan 92 Ribu Kendaraan Selama Libur Nataru

Fani

Ini Penyebab Penyaluran Kredit Sektor Pariwisata Turun Signifikan

Fani

PLN Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan Sumut 100 Persen! Sumut Kembali Menyala

Fani

Telkom Bergerak Salurkan Bantuan dan Kegiatan Bakti Sosial untuk Pemulihan Sarana Umum di Aceh

Fani

Audiensi Dengan Wakapolda Maluku Utara, Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Layanan Energi

Bams

Kinerja TKD Papua Terealisasi Tinggi, Kemenkeu Beri Pesan Ini ke Pemda

Fani

Leave a Comment