PLN UIP MPA Libatkan Relawan Internasional Dukung Konservasi Burung Mamoa

Halmahera Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dukungan ini terwujud dalam kolaborasi pada kegiatan Forest Training yang digelar di Desa Binaan PLN UIP MPA, Desa Mamuya, Halmahera Utara, pada 26–27 September 2025.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta bersama masyarakat lokal dan relawan internasional dari Evangelical Mission in Solidarity, Ecumenical Youth Volunteers Programme (EMS-EYVP) asal Jerman yakni Aya dan Cedric melakukan penanaman mangrove serta penanaman telur Burung Mamoa di lokasi semi-alami.

Langkah ini ditujukan untuk menjaga kelestarian spesies yang kian terancam akibat perburuan dan perubahan habitat, sekaligus memperkuat ekosistem pesisir.

Fiktor Imanuel Boleu, Ketua Tim Konservasi Burung Mamoa dari Universitas Halmahera, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa, masyarakat lokal, dan relawan internasional serta PLN menjadi sinergi penting dalam menjaga habitat satwa endemik Maluku Utara tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang melatih kepemimpinan, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan satwa endemik kita, Burung Mamoa. Dengan adanya dukungan PLN melalui Desa Binaan, masyarakat semakin terdorong untuk menjaga kawasan ini, sekaligus melihat peluang pengembangan ekowisata yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal,” jelas Fiktor.

Hal senada disampaikan oleh General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan bahwa dukungan PLN dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi energi hijau dan konservasi alam.

“PLN berkomitmen menghadirkan energi yang tidak hanya bermanfaat untuk pembangunan, tetapi juga selaras dengan keberlanjutan ekosistem. Kehadiran relawan internasional di Desa Mamuya membuktikan bahwa konservasi lingkungan adalah isu global yang membutuhkan kolaborasi lintas batas. Melalui program TJSL, PLN ingin memastikan pembangunan energi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nur, Jumat (3/10/2025).

Nur menambahkan, sinergi multipihak yang terjalin di Desa Mamuya menjadi contoh konkret integrasi antara konservasi, edukasi, dan penguatan ekonomi lokal.

“Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, relawan internasional, dan masyarakat lokal membuktikan bahwa pembangunan energi hijau dapat sejalan dengan pelestarian lingkungan. Edu-ekowisata Mamoa bisa menjadi model di Maluku Utara yang menginspirasi kawasan lain di Indonesia,” pungkasnya.

Melalui sinergi edukasi, konservasi, dan program TJSL, PLN UIP MPA berharap Desa Mamuya dapat terus berkembang sebagai pusat edu-ekowisata berbasis konservasi yang memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Related posts

Tidak Hanya Pertunjukan, Lomba Tari Kreasi Festival Amba Mbembe Sarat Edukasi

Bams

Salut Dengan Kinerja Jajaran Dinas Kesehatan, Bupati Yoseph Beri Apresiasi

Bams

Polisi Evakuasi Mayat Pria Paruh Baya di Kamar Hotel Serui

Fani

Dua Rumah Guru Dan Penjaga Sekolah Terbakar, Kerugian Hingga Ratusan Juta

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz Gelar olah TKP Penembakan Anggota Polri

Fani

Bupati Yahukimo Siap Berikan Modal Bagi Pengusaha UMKM

Bams

Leave a Comment