‎Jayapura‘- Program beasiswa Chevening/BP yang danai sepenuhnya oleh Pemerintah Inggris kembali dibuka dan memberikan kuota khusus bagi putra putri terbaik dari enam provinsi di Tanah Papua.
Kesempatan emas ini pun tak dilewatkan bagi para mahasiswa mahasiswi Papua yang ingin melanjutkan studi S2 di Inggris, yang mana diketahui Inggris memang terkenal sebagai salah satu negara pusat pendidikan atau rumah bagi universitas universitas terbaik di dunia.
Untuk itu, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bekerjasama dengan BP Indonesia dan British Council dengan mengadakan Seminar sehari dengan tema “Dari Tanah Papua ke Inggris Bersama Chevening yang dihadiri puluhan mahasiswa/i dari berbagai universitas di Tanah Papua yang berlangsung di Hotel Swisbell Kota Jayapura – Papua, Kamis 28 Agustus 2025, siang.
Yang bertujuan untuk memberikan informasih menyeluruh mengenai studi di Inggris melalui beasiswa Chevening bagi calon pelamar dari wilayah Papua.
‎Dengan melalui skema kemitraan Chevening/BP Indonesia, pemerintah Inggris memberikan afirmasi khusus kepada mahasiswa Papua dengan menyediakan kuota khusus tiga penerima per tahun.
‎
‎Bahkan, beasiswa ini mencakup di seluruh wilayah Papua, termasuk Jayapura, Sorong, dan Merauke. Meski hingga kini baru ada sekitar 10 alumni dari Papua namun penyelenggara berharap jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya akses informasi dan bimbingan yang diberikan.
‎
‎“Kami percaya banyak anak muda Papua yang sebenarnya sangat memenuhi syarat untuk program ini. Hanya saja, tantangannya ada pada akses informasi yang belum merata,”kata Vonny Lisayani, Scholarship and Alumni Coordinator Political Section dari Kedutaan Besar Inggris kepada Pasific Pos, disela sela Seminar yang digelar di Hotel Swisbell Kota Jayapura – Papua, Kamis 28 Agustus 2025.
‎
‎Vonny menjelaskan, jika Beasiswa Chevening ini merupakan program beasiswa penuh untuk jenjang S2 selama satu tahun di berbagai universitas ternama di Inggris — mencakup wilayah England, Scotland, Wales, dan Northern Ireland
“Semua jurusan terbuka, tanpa batasan gender maupun usia. Bahkan, penerima tertua sebelumnya berusia 48 tahun,” ungkapnya.
‎Mentoring Khusus untuk Mahasiswa Papua
‎
‎Namun untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, kata Vonny, mahasiswa Papua akan mendapatkan sesi mentoring eksklusif dari para alumni Chevening/BP yang telah berpengalaman.
Selain itu, lanjutnya, mentoring ini juga akan membantu dalam menyusun working case, esai kepemimpinan, dan pemenuhan dokumen lainnya.
‎
‎Sementara untuk syarat utama beasiswa Chevening/BP sendiri merupakan Warga Negara Indonesia (WI), Lulusan S1 atau D4. Kemudian mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun setelah lulus (termasuk magang, part-time, volunteer, atau wirausaha)
‎
‎”Serta memiliki potensi kepemimpinan yang ditunjukkan melalui esai dan dokumen pendukung,”terangnya.
‎
‎Kendati demikian, Vonny kembali mengingatkan bahwa tidak harus memegang posisi formal seperti direktur atau manajer untuk bisa menunjukkan kepemimpinan, akan tetapi inisiatif dan peran aktif dalam lingkungan kerja atau masyarakat sangat dihargai.
‎
‎Vonny menuturkan, untuk cakupan Beasiswa diberikan secara gratis selama kuliah, termasuk biaya hidup selama di Inggris.
“Tiket pesawat pulang-pergi, Visa dan asuransi kesehatan. Biaya lainnya termasuk travel allowance dan tunjangan keberangkatan diberikan secara gratis,”jelas Vonny.
‎Dikatakan, untuk pendaftaran sendiri, dibuka hingga 7 Oktober 2025. Informasi lengkap dan tips pendaftaran akan disampaikan melalui berbagai webinar oleh British Council Jakarta, yang menghadirkan alumni dan perwakilan universitas dari Inggris.‎
“Calon peserta disarankan mengikuti akun media sosial British Council Jakarta untuk pembaruan terbaru,”ujarnya.
Pada kesempatan itu, Vonny juga menyampaikan jika kuota tiga orang dari Chevening-BP Papua terpenuhi, calon lain yang lolos seleksi tetap bisa masuk melalui jalur reguler Chevening/BP yang terbuka untuk umum tanpa batasan wilayah.
‎Untuk itu, Vonny menambahkan, jika program beasiswa Chevening/BP ini secara global telah berjalan sejak 1983, dan khusus di Indonesia sejak 1984.
“Sementara itu, skema kemitraan Chevening-BP Indonesia dengan afirmasi untuk Papua baru dimulai sejak 2024 dan masih berlanjut hingga 2026 mendatang,”tutupnya. (Tiara).
‎
‎