Pasific Pos.com
Papua Barat

Yanuarius Renwarin Dituntut 7 Tahun Kurang Penjara

Manokwari, TP – Sidang kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Sekretariat KONI Provinsi Papua Barat dengan terdakwa Yanuarius Renwarin kembali dilanjutkan di Pengadilan Tipikor, Papua Barat, di Manokwari, yang diketui Majelis Hakim, Sonny A. B. Laoemaery, SH dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manokwari, Selasa (13/2).

Dalam surat tuntutannya, JPU Kejari Manokwari menuntut terdakwa dengan hukuman 7 tahun kurungan pejara denda Rp. 200 juta subsider 3 bulan kurangan penjara.

Karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada pembangunan Sekretariat KONI Papua Barat Tahun Anggaran 2012-2013 yang merugikan negara sebesar Rp. 26,7 miliar.

Atas perbuatan terdakwa, JPU Kejari Manokwari menjerat terdakwa dengan Pasal 2 Undang-undang Tipikor dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang, terhadap terdakwa dijatuhkan pidana 7 tahun, dibebankan denda sebesar Rp. 200 juta dengan subsider 3 bulan penjara.

Namun, lanjut JPU, uang penganti sebesar Rp. 200 juta tidak dibebankan kepada terdakwa Yanwarius Renwarin sebab, sudah dibebankan kepada terpidana Alberth Rombe.

Kemudian, tambah JPU, barang bukti (BB) yang disita pada proses penyidikan, baik BB yang bergerak maupun tidak bergerak berupa uang dan bagunan dirampas untuk negara. “Dokumen terhadap barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara,” tandas Amana.

Usai mendengar tuntutan Ketua Majelis Hakim menundah persidangan dan akan kembali dilanjutkan Senin, (19/2) dengan agenda sidang pembelaan dari Penasehat Hukum Terdakwa, Yanuarius Renwarin.

Pantauan Tabura Pos, sidang lanjutan dimulai sekitar pukul 16.40 WIT dan terdakwa Yanuarius Renwarin hadir di Pengadilan Tipikor Papua Barat tanpa mengenakan rompi orange.

Dengan alasan karena buru-buru terdakwa tidak mengenakan rompi orange selain itu, karena terdakwa sudah diketahui publik sehingga tidak perlu mengenakan rompi orange. [FSM]