Pasific Pos.com
Papua Barat

Warga Gedi Merah Bergotong Royong Memperbaiki Jalan dan Jembatan

Manokwari, TP – Warga Kampung Gedi Merah, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari secara swadaya melaksanakan gotong –royong, untuk memperbaiki jalan dan jembatan penyebrangan, setidaknya jembatan itu dapat dilalui kendaraan sepeda motor.

            Melihat akses jalan utama dan jembatan yang menghubungkan antara Kampung Warmumi dan Kampung Gedi Merah cukup memperhatikan, warga setempat berharap ada perhatian untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

 “ Harapan kami ada perhatian dari pemerintah terhadap kondisi kami di sini,” ungkap warga RT 02, Kampung Warmumi saat bergotong  – royong memperbaiki jalan dan jembatan penyeberangan menuju kampung Gedi Merah, Minggu (8/7).

            Warga Kampung Gedi Merah, Abdulrahman sekaligus koordinator kegiatan swadaya itu mengaku, untuk mendukung pelaksanaan gotong –royong juga tidak terlepas dari dana swadaya masyarakat sebesar Rp 100 per kapling, tanpa terkecuali.

Menurutnya, sikap bijak seluruh warga bisa bersama –sama melaksanakan gotong –royong karena kondisi jalan dan jembatan sudah sangat memperhatian. Untuk saat ini, lanjut Abdulrahaman, kendaraan roda empat yang ingin ke Kampung Gedi Merah harsu menyebrang di kali, sedangkan sepeda motor melewati jembatan yang kondisi sangat dadurat.

“ Kalau kali sudah banjir, mobil tidak bisa lagi sampai ke kampung kami. Mobil dapat melintasi kali kalau air sudah surut. Sebenarnya jembatan menuju kampung Gedi Merah sudah dua kali dibangun tetapi selalu tergurus hingga terbawa air saat kali banjir,” terang Abdulraham.

            Disinggung soal dana desa, Ia mengaku bahwa sejauh ini warga setempat belum pernah menggunakan dana kampung yang diprogramkan pemerintah untuk membangun kedua jembatan tersebut. Untuk itu, ia kembali meminta adanya perhatian dari pemerintah daerah agar menyikapi kondisi tersebut.

Kondisi itu juga turut dibenarkan Ketua RT 02, Kampung Warmumi, Yesaya Dowansiba. Ditambahkannya, saat ini masyarakat berinisiatif untuk memperbaiki fasilitas yang ada dengan cara swadaya sembari menunggu turungnya program dari pemerintah. [CR 47-R2].