Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Wali Kota Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan GKN Kotaraja

JAYAPURA, – Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM Rabu (31/01/18) meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Kristen Nazarene (GKN) jemaat Immauel Kotaraja.

“Pembangunan gereja merupakan pergumulan panjang umat GKN Kotaraja. Ke depan, selangkah demi selangkah umat akan membangun rumah untuk Tuhan ini,” kata Walikota.

Menurut dia, peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja tersebut juga sekaligus merupakan perwujudan dari sebuah komitmen bersama untuk membangun pelayanan bagi umat maupun masyarakat di Kota Jayapura.

“Gereja sebagai mitra pemerintah telah membantu program sebagai kota beriman sesuai visi kita, maka pembinaan harus diutamakan dalam pelayanan, Pemkot Jayapura siap membantu pembangunan hingga selesai,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, secara pribadi Wali Kota memberikan bantuan material berupa semen 500 sak dan 500 batu bata, serta sejumlah dana.

Gereja yang berdiri pada tahun 2004 tersebut awalnya berada di kawasan jalan Jeruk Nipis, kelurahan Wahno, dengan menempati bangunan yang berstatus kontrak.

GKN Immanuel yang dulunya dipimpin oleh seorang gembala merupakan ekspansi jemaat GKN Nehemia Abepura. Kemudian, pada tahun 2016 pindah ke ruko di kawasan Tanah Hitam.

Ketua Panitia Pembangunan GKN Immanuel Kotaraja Trescytha Pattinama Urbinas melaporkan rincian perencanaan pembangunan dibagi menjadi beberapa tahap yakni pembelian lahan yang menelan biaya Rp 330.0000.000 pada 30 Mei 2016.

Tahap berikutnya dilakukan pengumpulan dana untuk pembangunan fisik berupa pondasi, yang memakan waktu dari bulan Februari hingga bulan April 2016 dengan biaya sebesar Rp 204.881.000.

Anggaran panitia saat ini sebesar Rp 210.625.409 dengan kekurangan dana sebesar Rp 715.864.591 atau total biaya pembangunan gedung setelah pondasi adalah Rp 926.490.000.

Pengumpulan dana diperoleh dari persembahan pembangunan tiap minggu, lelang barang setiap minggu kedua tiap bulan, basar KFC dan penjualan makanan, kemudian sumbangan donatur, dan janji iman atau historis makers.

“Peletakkan batu pertama sebagai langkah maju dan langkah iman terhadap tujuan pembangunan gedung gereja di tengah-tengah tantangan dan kesulitan yang dihadapi,” katanya.