Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Wajah Baru Hiasi DPRD Jayapura, Bukti Rasa Tidak Percaya Terhadap Figur OAP

SENTANI – LSM Papua Bangkit menilai Anggota DPRD Kabupaten Jayapura terdahulu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya tidak berjalan dengan baik. bentuk kegagalan tersebut dibuktikan dengan hampir seluruh anggota DPRD Kabupaten Jayapura di isi dengan wajah-wajah baru.

Hal tersebut disampaikan Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu melalui press release/siaran persnya, yang diterima harian ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/10) pagi.

“Buruknya lagi, semakin tipis rasa percaya dari rakyat terhadap figur-figur representatisi OAP, di lembaga legislatif. 68 persen anggota legislatif di kabupaten jayapura, adalah non Papua,”jelas Hengky.

25 anggota Dewan sebagai representasi rakyat pemilih di Kabupaten Jayapura. diharapkan minimal mampu laksanakan 3 fungsinya. Yaitu Fungsi legislasi diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah bersama-sama Bupati. Fungsi anggaran diwujudkan dalam membahas dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah bersama-sama bupati.

“Dan Funggsi pengawasan diwujudkan dalam bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan, Peraturan Bupati, Keputusan Bupati dan Kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,”paparnya

Berdasarkan pengalaman DPRD Kabupaten Jayapura 5 tahun lalu, lanjut Hengky, anggota dewan dianggap gagal menjalankan tupoksinya secara baik yang berdampak pada percepatan pembangunan di kabupaten ini. hal ini sekaligus menggambarkan kegagalan daerah dengan jargon otsus membangun
kualitas SDM.

Supremasi non Papua di DPRD Kabupaten Jayapura,membuktikan bahwa rakyat pemilih di kabupaten jayapura relatif cerdas, mereka memilih wakilnya yang dipercaya mampu menyuarakan aspirasinya.

“Kondisi ini memberi rasa bangga bagi kita sekalian, bahwa primodialisme kesukuan, kedaerahan, ego berbasis warna kulit, agama, ras dan golongan, sudah tidak lagi menjadi komoditi politik, tak mampu membendung globalisasi dan transparansi menuju masyarakat modern,”katanya.

LSM Papua Bangkit berharap dalam melaksanakan belasan tugas dan wewenangnya yang bersifat mengikat, DPRD kab jayapura mampu membuat kejutan, tidak sebatas menjadi lembaga Delima atau biasa disebut D5 alias “Datang Duduk Dengar Diam Duit”.

Mengingat kota Sentani merupakan etalase Papua dan Kabupaten Jayapura adalah serambi Nusantara disebelah timur, maka 25 anggota dewan hendaklah menjadi representasi rakyat yang unggul dalam seluruh sepak terjangnya.

“Kita berharap anggota dewan memiliki etika dan moral yang tinggi, jujur, intelek, memiliki komitmen dan integritas terhadap rakyat, bangsa dan negara,” harapnya.

LSM Papua Bangkit sebagai lembaga swadaya dan suara independen orang asli Papua, akan senantiasa mengkritisi segenap kebijakan yang berdampak pada stagnasi percepatan pembangunan, kemajuan, kemajemukan dan kemandirian di Papua umumnya dan kabupaten/kota khususnya.