Pasific Pos.com
Headline

Wabah Campak Melanda Distrik Okbab, 27 Balita Meninggal

Jayapura, Wabah campak dan gizi buruk dilaporkan terjadi di kampung Pedam distrik Okbab kabupaten Pegunungan Bintang.

Yamamoto dari dinas kesehatan propinsi Papua yang dihubungi melalui telephone selulernya mengatakan, bahwa benar ada laporan wabah campak dan kurang gizi di kabupaten Pegunungan bintang.

“Menurut info ada 27 orang meninggal 24 diantaranya anak balita, ” ujarnya.

Yamamoto menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat telah dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang. “Tim advance yang dipimpin oleh asisten 1 sudah berangkat kesana, ” ujarnya.

Dijelaskannya, telah dinyatakan Posko di dinas kesehatan dengan personil Mayor Inf Ardiansyah (Pabung), Iriyanto Pawika ( Kabid SDM Dinkes), Yulius ( Kabid Yankes Dinkes). Sementara Tim kesehatan yang berangkat ke lokasi sebanyak 12 orang yang terdiri dari Hubertus ( Kabid P2PL/ Ketua Tim), Dr. Banu ( Dokter RSUD), Dr. Lina ( Dokter RSUD), Daud (Perawat), Esebius (perawat), Edi (Perawat ), Vinsen (Perawat), Frits (Tim Gizi), Arnoldus ( Tim Gizi), Srt Leo Kantu ( Koramil Oksibil), Srd. Biliy Woisiri ( Koramil Oksibil), Srd. Luti Antoro (Koramil Oksibil.

‎Tim kesehatan ini berangkat Jumat (19/1/18) dengan menggunakan pesawat Pilatus AMA. Tim akan berada di kampung Pendam sampai dengan tanggal 26 Januari.

“Tim kesehatan sudah membakar Obat obatan dan akan melaksanakan vaksin kepada seluruh masyarakat terutama balita dan melaksanakan pendataan ulang terhadap masyarakat yang sudah meninggal ,” ujarnya.

‎Dijelaskannya Tim kesehatan ini akan melaksanakan pengobatan dengan maksimal di desa Pedam dan desa sekitarnya yang dapat terjangkau di wilayah distrik Okbab.

‎Sementara itu Senin (20/1/18) Tim kedua berangkat dengan kekuatan 7 orang yang terdiri dari, dua orang perawat, Satu ahli gizi, dua orang dokter dan satu orang Babinsa.

“Tim ini dipimpin Hubertus Uropmabin. Terbang jam 07.58 wit menuju Pedam dengan menggunakan pesawat AMA pilatus dengan pilot Martha,” ujar Yamamoto.

Namun dikarenakan cuaca buruk di Pedam pilot terpaksa menurunkan team di Okbab dan team mulai perjalanan sekaligus pendataan dan pelayanan kesehatan dari kampung Okbab, Tupupyom, Sabin dan Pedam.

Sementara itu di posko Oksibil akan memantau terus di radio lewat radio ssb Gidi yang ada di kampung Pedam.