Pasific Pos.com
Papua Selatan

Vriendem Van Bokki Bantu Pembuatan Sumur Bor

MERAUKE,ARAFURA,-Kampung Sarsan Distrik Tanah Miring sering kesulitan air bersih. Untuk mengatasi permasalahan itu, Vriendem Van Bokki menyalurkan dana sebesar 150 juta untuk pembuatan sumur bor air bersih, sehingga masyarakat bisa mencuci pakaian, mandi dan lain sebagainya.

Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Merauke, Bruder Yohanes Kedang, MTB mengatakan sudah ada beberapa negara yang diberikan bantuan sosial seperti Afrika maupun Indonesia. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat Afrika adalah dibuatkan rumah bagi masyarakat miskin.

“Mereka ini sebagai pekerja sosial yang membantu masyarakat miskin di berbagai negara. Ada empat orang yang datang ke sini, mereka semua berasal dari Belanda,” tandasnya di Kampung Sarsan, Senin (16/7).
Adapun nama-nama yang datang langsung berkunjung ke Kabupaten Merauke adalah Richard Van Stel, Frank De Ron, Corne Grinwis, Johanes Van Gastel. Ia mengatakan, kedepan pihaknya akan tetap membangun komunikasi yang baik sehingga akan ada bantuan-bantuan lain kepada masyarakat yang ada di Sarsan.

Ditegaskan, mereka tidak punya misi lain-lain. Mereka hanya pekerja sosial yang ingin membantu masyarakat miskin. Kunjungan kali ini merupakan yang pertama kali ke Indonesia. “Pembuatan sumur bor kita targetkan satu minggu sudah rampung. Sementara mereka akan selama dua minggu bersama kami di sini,” tandasnya.

Usai pembuatan sumur bor air bersih, pihaknya akan mengajak mereka untuk mengunjungi kampung-kampung lokal dan rekreasi melihat objek wisata yang ada di Kabupaten Merauke.

Sementara itu, Ketua Dewan Stasi Santo Yosep Sarsan Petrus Gonzales sangat berterima kasih karena sudah membuatkan sumur bor. Pasalnya, di Kampung Sarsan sering kali kekurangan air bersih. Apalagi di saat musim kemarau masyarakat harus mengambil air di SP 2 atau di Semangga. Ia menuturkan, masyarakat Kampung Sarsan rata-rata pekerjaanya hanya bertani sehingga untuk membeli air dirasakan sangat memberatkan.

“Kita di sini pekerjaanya rata-rata petani. Untuk membeli air saja kita harus mengeluarkan 150-200 ribu untuk satu tanki. Jadi, sangat berat sekali dan kita di sini ada 200 KK,”pungkasnya.