Pasific Pos.com
Papua Tengah

Usai Dilantik, Bupati Dumupa Letakkan Batu Pertama Pembangunan 3 Gereja

DOGIYAI – Sebelumnya Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa, SIP, pernah meletakan batu pertama pada Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Klasis Kamu Kordinator Kabupaten Dogiyai. Pada hari Rabu, 21 Februari 2018, Bupati Dumapa kembali melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Antiokhia Dogima, Distrik Dogiyai Kabupaten Dogiyai.

Peletakan batu pertama gereja tersebut merupakan ketiga kalinya setelah dilantik menjadi Bupati Dogiyai. Kabar baik Firman Tuhan masuk pertama kali di wilayah Meuwodide (Wisermeren) itu, pengakuan Yesus kepada Petrus, ‘engkau Petrus diatas batu karang ini’, aku akan mendirikan jemaatku alam dan maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan kuberikan kunci kerajaan surga. Apa yang kau ikat di bumi akan terikat di surga. Dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga (Matius 16.13-19).

Sudah sesuai dengan kalender liturgi pada bulan Januari dan Februari itu di tahun 2018 ini, susunan acara peletakan batu pertama. Pembukaan laporan ketua panitia dan dilanjutkan ibadah dalam renungan suci disampaikan pendeta kordinator Dogiyai, Benediktus BK Anou,S.Th sebelum Bupati Dogiyai memberikan sambutan.

Yakobus Dumapa menyerahkan gaji bulan Februari kepada Tuhan persen puluhan dalam bentuk derma. Dari mimbar, Dumapa ajak pimpinan SKPDyang ikut hadir angkat jari. Dan golongan II dan III separuh gaji bulan berikut diwajibkan menyumbang sebagai bentuk derma. Jemaat dan tamu undangan yang hadir tepuk tangan meriah aksi yang dilakukan Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa ini dalam gereja tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Dumapa sampaikan ada beberapa hal yang menjadi perhatian warga Dogiyai. Hal pertama membangun gereja megah dari agama manapun bisa saja, namun yang terpenting adalah iman kepercayaan kepada Tuhan, Allah. Hal yang kedua adalah kita sudah bangun gereja bagus, tetapi umat manusianya masih bermain angka, judi, mabuk (togel) dan alkohol.

Kegiatan seperti itu, kata bupati, agama manapun dilarang.

“Berarti ketika kita manusia tidak taat kepada hukum-hukum atau perintah Tuhan Allah, kita masih melawan,” ujar Bupati seraya menambahkan, hal keempat pembongkaran rumah atau tempat di belakang kantor Bupati Dogiyai yang dijadikan tempat cium anak-anak aibon.

Bupati saat itu meminta kepada Kasat Pol PP Setda Dogiyai untuk menangkap beberapa anak-anak yang ada disana, selanjutnya diberi nasihat dan dipulangkan. Termasuk, terkait beberapa tempat perjudian, seperti Dadu dan hiburan masyarakat Distrik Kamu untuk ditutup. “Mencari makan dengan cara berkebun beternak, tidak dengan cara demikian karena hal itu haram,” tekan Dumupa.

Terakhir Bupati Dumupa sampaikan, terkait hasil pertemuannya dengan Bapak Presiden Repubilk indonesia Jokowi waktu datang di Nabire yang lalu itu, bahwa Dogiyai dan sekitarnya masih belum aman, maka kenyamanan, keamanan dan keramah-tamahan sangat penting. Supaya semua pembangunan jalan baik, Kamtibmas harus bagus. “Kalau tidak tenang dan ribut terus infrastruktur jalan raya pun bisa tersendat. Pembangunan berjalan ditempat, maka Kamtikmas mesti baik di daerah Meuwo ini,” pungkasnya.(don)