Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

UPPD Gelar Workshop Susun Master Plan Distrik

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui UPPD menggelar Workshop sinkronisasi data soal kewenangan Distrik, yang selanjutnya akan dituangkan dalam menyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Distrik sebagai master plan.

Workshop tersebut digelar atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Unit Percepatan Daerah (UPPD) bekerjasama dengan pusat studi kebijakan dan pembangunan daerah Universitas Cendrawasih (UNCEN).

Kegiatan dimaksud melibatkan perwakilan dari 6 Distrik sebagai Distrik percontohan yaitu Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur, Distrik Nimboran, Distrik Kaureh, Distrik Depapre dan Distrik Demta.

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, Distrik dengan berbagai persoalan dan masalah perlu dapat perhatian lebih. Distrik perlu diberikan pelimpahan kewenangan lebih, supaya persoalan di tingkat distrik bisa selesai dengan cepat karena ada pelimpahan kewenangan.

“Meski distrik diberikan kewenangan tetapi mereka tetap akan dikontrol, mereka kepala distrik bisa dianggap Bupati kecil,”Katanya, kepada media usai membuka kegiatan workshop, di Hotel Grand Alisson. Kamis (17/10) pagi.

Dijelaskan, pelimpahan kewenangan ke tingkat distrik tidak langsung diberikan ke 19 distrik di Kabupaten Jayapura, namun diberikan secara bertahap diawali dari distrik yang betul-betul siap sebagai Pilot Project

“Ada 6 distrik menjadi pilot projek yang diputuskan Bupati Jayapura,” ungkap, Giri.

Sementara itu, Sekertaris Unit Percepatan Pembangunan Daerah (UPPD) Kabupaten Jayapura, Zeth Freed Ohoiwutun menuturkan kegiatan workshop yang di gelar pihaknya itu merupakan tindak lanjut dari bimbingan tekhnis yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Dengan tujuan sinkronisasi kewenangan dari pihak-pihak terkait yang selanjutnya akan dituangkan dalam Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (Renja) Distrik.

“Penjelasan tentang draf master plan tentang pengembangan distrik, melalui master plan distrik, tiap tahun distrik dalam penyusunan renja distrik kedepan akan merujuk pada master plan pengembangan Distrik,”ungkapnya.

“Master plan ini masa waktunya sampai 15 tahun, dari master plan tiap tahun distrik bisa lakukan program untuk mencapai fungsi distrik yang telah disepakati dengan output yang terukur dan jelas,”lanjut Zeth menjelaskan.

Ia menambahkan, Kedepan tiap Dinas dilingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam menjalankan programnya akan mengacu pada master plan yang telah disusun dan direncanakan tiap tahunnya.

“Kita harapkan ada sinkronisasi dari sisi program serta anggaran yang lebih baik, ada 6 distrik dipilih untuk jadi model dan kita harap kedepan bisa jadi contoh dan tidak terlalu lama bisa diduplikasi untuk Distrik lain,”papar. Zeth.

Katanya, Setelah workshop sinkronisasi data usai, selanjutnya setelah penyusunan master plan rampung. Master Plan tersebut siap untuk di launching.

“Finalnya disitu untuk penyiapan dokumen pengembangan berbasis distrik ini, jadi pada bulan November masih ada kegiatan lagi, Master plan akan di Perdakan supaya memiliki instrumen yang sah dan legal bagi semua stakeholder dalam membangun Distrik,”pungkasnya.