Pasific Pos.com
Papua Selatan

Unmus Sosialisasikan Pengisian PDSS Dan SNMPTN 2018

MERAUKE,ARAFURA,-Sosialisasi dan promosi pengisian PDSS dan SNMPTN 2018, Kamis (8/2) lalu telah digelar oleh pihak Unmus kepada sejumlah sekolah (SMA, SMK, MA) yang dipusatkan di CoreInn Hotel. Hadir dalam kesempatan itu, Rektor Unmus, Dr.Philipus Betaubun, ST,MT yang turut menyampaikan beberapa arahan penting terkait dengan kelancaran pelaksanaan seleksi nanti. Ia mengharapkan agar siswa dapat didorong dengan lebih maksimal untuk ikut seleksi mengingat di SNMPTN akan lebih mudah dan tidak selalu terfokus pada kelulusan UN.

Sebab untuk dapat kuliah di perguruan tinggi, pihaknya tidak serta merta hanya melihat hasil UN semata karena yang dilihat adalah nilai dari semester satu hingga semester terakhir secara keseluruhan. Oleh sebab itu tidak selalu terpaku di UN sebab kalau nilai semester secara keseluruhan bagus namun ternyata nilai UN tidak begitu baik, tetap saja anak tersebut pada dasarnya memiliki prestasi atau nilai yang sudah cukup baik. Bahkan beberapa tahun lalu pihaknya pernah masih harus menunggu dari Kemendikbud terkait informasi lulus dan tidaknya barulah dilanjutkan dengan pengumuman SN dan nilainya.

“Hanya saja tahun ini agak sedikit berbeda dan terkait lulus dengan tidak lulus tentu kami tidak masuk sampai ke dalam. Sebab prinsip seluruh rector, tidak mungkin keikutsertaan anak ujian selama 1 Minggu bisa mewakili evaluasi selama siswa 3 tahun bersekolah sehingga kami melihatnya secara keseluruhan,”jelasnya. Ia menambahkan, ketika anak sudah mengisi PDSS maka harus diarahkan agar tidak mengambil yang terlampau tinggi. Jadi harus ada dua pilihan sehingga di saat pilihan yang tinggi tidak lolos maka ada kesempatan pada pilihan yang rendah untuk lolos.

Jadi pilihan yang diambil harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan ini betul-betul perlu diarahkan kepada siswa. Tidak hanya itu, diusahakan semua yang mendapatkan PIN bisa mendaftar karena peluangnya besar. Diakui kuota SNMPTN selama ini rata-rata tidak terpenuhi bahkan cenderung tidak full. Oleh sebab itu harus didorong agar semua bisa masuk. Jika siswa tidak lolos di SN maka kuota yang ada bisa digabungkan di SB sehingga maksimal. Tetapi untuk SB harus membayar dan ujian sekarang sudah menggunakan android tidak lagi dengan computer.

Ketika anak mendaftar HP mereka langsung diinstal dan jika sistimnya menerima berarti anak tersebut layak memakai android. Namun jika tidak berarti harus dengan cara menulis. Namun begitu tetap diharapkan agar lebih banyak yang menggunakan android. Cara ini ditemukan oleh UNPAD dan ke depan akan diarahkan agar sistim ini menjadi pusat tes Indonesia. Jadi tidak lagi berbatas waktu. Sistem android akan diluncurkan tahun ini dan kampus akan memaksimalkan fasilitas wifi yang dibutuhkan.