Pasific Pos.com
Papua Tengah

Unit Perubahan Iklim Ekonomi Hijau Inggris Selama 5 Tahun di Dogiyai

DOGIYAI – Insinyur Didimus Tebai sudah 48 tahun mengurus Kopi Moanemani, Dogiyai, tercecer dan terpencar di 79 kampung dari 10 distrik. Monoton kini petani kopi meuwodide ini tidak pernah sibuk. Belum mendorong dengan dana segar dari pemerintah setempat selama delapan tahun. Pemerintah belum terpikirkan program dekontralisasi tugas pembantuan dan belum ada program dari Bappeda tepat sasaran .

“Sebuah kabupaten yang akan tercapai nantinya. Yang dipikir apa yang saya dapat, tak pernah dipikirkan apa yang akan kita capai,” kata Kepala Dinas Usaha Kecil dan Mengenah (UKM) Kabupaten Dogiyai Cesilius Kedeikoto, SE.

Dengan nada tegas di kantor aula Keuangan Setda Kabupaten Dogiyai, beberapa waktu lalu pertemuan yang digelar Pemerintah Kabupaten Dogiyai bersama instansi teknis, pimpinan SKPD perkebunan dan pertanian koperasi dan UKM serta pihak Bappeda kabupaten Dogiyai.

Pertemuan bersama unit perubahan Ekonimi Hijau Inggris Jayasan Japekma, Pimpinan Jayasan P Lima Moanemani Didimus Tebai, bercita-cita dan mengharapkan Pemkab Dogiyai memprogramkan pengembangan komoditas unggulan kopi di Dogiyai sebagai basis sentral. Tentunya kawasan adat wilayah Meepago atau di Meuwodode itu. Gambaran umum daerah pembentukan kabupaten Dogiyai sebagai kabupaten otonomi baru ini.

Kabupaten pemekaran dari kabupaten induk Nabire ini memiliki jumlah 10 distrik dan 79 kampung ini dengan luas wilayah 7.0 52, 92 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 150, belum juga meyakinkan kepada pihak Japekma dan Unit Perubahan Ekonomi Hijau (UIEH) ini.

Selama ini belum ada dekosentralisasi, kosentalisasi dan tugas pembantuan serta masyarakat belum pernah disibukkan walaupun Didimus Tebai ada program petani kopi model. Warga hanya mampu produksi setahun 200 kilo, belum ada percontohan buatan pemerintah dalam bentuk hektar. Didimus Tebai mengakui tercecer di distrik/kampung, sehingga ia mengharapkan adanya perubahan ekonomi masyarakat, bukan hanya dari kopi namun dari buah merah, wortel kol dan sayuran lainnya. (don)