Pasific Pos.com
Papua Barat

Unipa Turunkan Tim Identifikasi Buta Aksara di Kabupaten Mansel

Manokwari, TP – Universitas papua (Unipa) menurunkan tim yang terdiri dari mahasiswa untuk mengidentifikasi angka Buta Aksara khususnya di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Tim yang diturunkan terdiri dari 31 orang mahasiswa pendidikan Unipa ditambah dengan beberapa orang dosen pendamping.

Ketua lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Unipa, Benidiktus Tanujaya, mengatakan tim yang turunkan merupakan mahasiswa KKN tematik Unipa tahun 2018, dengan tujuan untuk pemberantasan Buta Aksara di Papua Barat.

Benidiktus menjelaskan, untuk pemberantasan Buta Aksara di Papua Barat, difokuskan di 4 wilayah yakni Kabupaten Mansel, Kabupaten Kabupaten Pegaf, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat.  

“Tapi untuk tahun ini hanya difokuskan di kabupaten Mansel,” katanya kepada wartawan di Aula Pascasarjana Unipa, Senin (16/7).

Ia menjelaskan, ada 10 kampung yang akan menjadi target dalam KKN tematik pemberantasan Buta Aksara ini diantaranya, mulai dari Abresso, Wariki, Waren sampai dengan Maniani dan Mawi.

Ia mengungkapkan, Buta Aksara menjadi problem bersama di dunia pendidikan, mengingat angka Buta Aksara di Papua dan Papua Barat cukup tinggi yakni mencapai 30-50 persen masyarakat di Papua dan Papua Barat Buta Aksara.

“Secara nasional pemberantasan Buta Aksara dilakukan oleh tiga kampus, salah satunya Unipa dna untuk data memang Unipa belum punya, tetapi dari Unicef menyebutkan di Papua dan Papua Barat mencapai 30-50 persen,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, tim ini akan bertugas selama sebulan penuh di lapangan, sejak 23 Juli sampai 23 Agustus 2018.

“Setiap orang dari tim ditargetkan menangani 10 oran Buta Aksara, sehingga ditergetkan satu bulan ada 300 orang yang sudah membaca atau pun paling tidak mengenal huruf,” terangnya.

Di samping itu kata dia, tim KKN tematik pemberantasan Buta Aksara juga akan melatih kader yang notabene merupakan masyarakat dari kampung setempat untuk melanjutkan program itu, ketika tim sudah selesai melaksanakan KKN tematiknya.

“Sehingga nanti ada kader yang bisa melanjutkannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya pemberantasan Buta Aksara sudah dilakukan pihak Unipa sejak tahun 2015 yang difokuskan di Distrik Manokwari Utara dan Barat, hanya saja, mengalami kendala, karena hampir sebagian besar masyarakat di kampung setempat sibuk melakukan aktivitas perekonimian, seperti ke kebun dan berjualan di pasar.

“Tapi kita sudah bekali tim ini dengan cara pendekatan seperti pendekatan saat ke kebun, saat masak, semuanya sudah dibekali,” ungkapnya.

Upaya pemberantasan Buta Aksara yang dilakukan Unipa, mendapat dukungan dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenriset, tekhnologi dan perguruan tinggi, Intan Ahmad, dengan memberika bantuan anggaran untuk tim pemberantasan Buta Aksara. [SDR]