Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Uncen Diminta Panggil John Wempi Wetipo

JAYAPURA,- Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Kabupaten Jayawijaya di Jayapura (FPPMKJ) mendesak Rektor Uncen untuk memanggil Calon Gubernur Papua Periode 2018-2023 John Wempi Wetipo, untuk dilakukan sidang Kode Etik sesuai dengan Peraturan Akademik yang berlaku.

Permintaan ini disampaikan Ketua Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Kabupaten Jayawijaya di Jayapura (FPPMKJ) Yulianus Mabel, kepada wartawan, Kamis (8/3/18).

Julianus Mabel mengatakan, FPPMKJ rencananya akan menggelar aksi demo damai di Rektorat Uncen, Perumnas III, Kota Jayapura. Tapi rencana ini batal, lantaran Kampus Uncen dipalang mahawasiswa, sebagai bentuk protes terhadap penandatangan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) antara Rektor Uncen dan Kapolda Papua tentang Polisi masuk kampus, untuk menghentikan aksi pemalangan kampus Uncen yang sering terjadi belakangan ini.

Mabel mengatakan, pihaknya juga minta Rektor Uncen dan Ketua Senat Uncen membatalkan dan mencabut ijazah Strata Dua (S2) dan gelar akademik Magister Hukum ( MH) atas nama John Wempi Wetipo dengan alasan sebagai berikut.

Pertama, berdasarkan surat Rektor Uncen Nomor 1485/UN20/LL/2018 perihal Riwayat Studi atas nama John Wempi Wetipo, SH, MH tertanggal 19 Pebruari 2018 yang ditujukan kepada DPR Papua, JWW ketika mendaftar pada Program Studi S2 pada Fakultas Hukum Uncen tahun 2011, John Wempi Wetipo menggunakan ijazah yang dikeluarkan oleh Stisipol Silas Papare, Jayapura dengan ijasah Nomor 077/41/99 tanggal 16 Agustus 1999.

Hal tersebut ditegaskan lagi oleh Pemberi Keterangan DR. Yustus Pondayar, SH, MH selaku Pembantu Dekan III Uncen, yang mewakili Rektor Uncen sebagai Pemberi Keterangan didepan Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 di Kantor Bawaslu Papua, Jayapura pada Hari Senin 5 Maret 2018.

Kedua, bahwa berdasarkan keterangan Saksi Drs. Metha Gomes, MSi selaku Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat pada Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 di Kantor Bawaslu Papua, Jayapura pada Hari Senin 5 Maret 2018, ditemukan fakta bahwa John Wempi Wetipo tak terdaftar/teregister sebagai mahasiswa Stisipol Silas Papare Jayapura, dengan alasan data NIRM: 892308281 dan Nomor Ujian: 319 yang terdapat dalam ijasah NIRL: 077/41/99, tanggal 16 Agustus 1999 atas nama Sadiyo.

Ketiga, memperhatikan point 1 dan point 2 tersebut diatas, sangat terbukti dan tak tak terbantakan lagi John Wempi Wetipo dengan sengaja dan melanggar prisip-prinsip dan kaidah-kaidah serta Kode Etik yang berlaku dalam dunia pendidikan tinggi menggunakan ijazah S 1 Stisipol Silas Papare Jayapura sama sekali tak teregister/terdaftar pada Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, guna mendaftar mengikuti Program Pasca Sarjana pada Fakultas Hukum Uncen dalam meraih gelar akademik MH.

Keempat, atas nama kebenaran dan kejujuran yang dijunjung tinggi oleh setiap insan civitas akademika Uncen dan demi menjaga kehormatan, martabat serta kredibilitas Uncen sebagai barometer pendidikan tinggi di wilayah Papua dan Papua Barat, maka kami meminta Rektor Uncen dan Ketua Senat Uncen untuk membatalkan dan mencabut ijazah S2 dan gelar akademik MH Nomor 0067/UC/0.3.4/2013 tertanggal 28 Maret 2013 dan gelar akademik MH atas nama John Wempi Wetipo.