Pasific Pos.com
Papua Tengah

Umat Minta Keuskupan Tetapkan Agama Katolik Masuk di Tanah Papua

NABIRE – Misa raya tahunan yang dapat diselenggaran Orang Muda Katolik (OMK) di Nabire Barat mempunyai multifungsi yang cukup mendalam. Tanggal 05 Februari merupakan hari masuknya Injil di tanah Papua atau agama Kristen masuk di Manokwari Papua Barat. Namun, 5 Februari 2018 kemarin, umat katolik dalam hal ini OMK dapat merayakan misa rayanya di Nabire Barat sebagai tempat pelaksana kegiatan.

Dalam kesempatan itu mewakili umat Katolik, Ketua Pembina OMK Fransiskus Magai mengatakan keuskupan segera menetapkan hari masuknya agama katolik di Tanah Papua agar umat katolik pun bisa merayakan harinya sebagai hari keistimewaan versi umat katolik.

“Iya, selama ini kan tidak pernah umat katolik merayakan hari masuknya agama katolik di tanah Papua kan. Oleh kaarena itu, kami minta keuskupan untuk segera menetapkan hari masuknya agama katolik di tanah Papua agar umat katolik pun bisa mengetahui latar belakang perkembangan agamanya hingga di tanah Papua,” kata Magai, Senin (5/2).

Menurutnya, membahas sesuatu maka harus mengetahui latar belakang serta perkembangannya agar lebih jelas dalam memahami topik yang menjadi pokok pembahasan. Memahami konteks agama pun demikian. Realitanya, umat katolik belum tahu kapan dan melalui siapa serta bagaimana bisa agama katolik tiba di tanah Papua.

“Selama ini kan membungkam atau dirahasiakan kepada umat katolik terkait agama katolik bahwa kapan masuk di tanah Papua,”jelasnya.

Dirinya mengharapkan, pastor paroki, dewan paroki sekabupaten Nabire bersinergi mendorong permintaan ini kepada keuskupan agar proses penetapan bisa dilakukan.

“ Iya, ini harapan kami kepada atasan gereja katolik dalam hal ini kepada pastor paroki dan dewan paroki serta pengurus gereja katolik sekabupaten Nabire untuk mendorong permintaan umat katolik ini agar proses penetapan bisa dilakukan dari keuskupan,” harapnya.(ist/wan)