Pasific Pos.com
Papua Selatan

Ujaran Kebencian Diminta Tidak Masuk Ke Sekolah

MERAUKE,ARAFURA,- Maraknya ujaran kebencian yang beradar di Media Sosial (Medsos) akhir-akhir ini, para siswa diminta tidak terpengaruh dengan adanya ujaran kebencian yang beredar di Medsos. Kehadiran media sosial memberikan banyak manfaat seperti mempermudah komunikasi, sebaliknya media sosial juga tempat yang mudah untuk penyebaran fitnah.

“Saya minta para siswa tidak terpengaruh dengan adanya ujaran kebencian yang lagi marak di Medsos. Tetapi marilah kita hidup damai dengan bergandengan tangan dan bekerjasama untuk membangun negeri yang kita cintai ini terutama Kabupaten Merauke,” ujar Staf Ahli Bupati Merauke Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Drs. Agustinus Joko Guritno,M.Si saat perayaan natal bersama SMA Negeri 1 Merauke di Bellafiesta, Kamis (11/1/18).

Menurutnya, para siswa SMA Negeri 1 Merauke tidak terpengaruh dengan adanya ujaran kebencian yang marak di Medsos. Hal ini ditunjukan dengan adanya perayaan natal bersama dan tahun yang diikuti oleh berbagai suku dan agama yang turut memeriahkan kegiatan ini. Siswa SMAN 1 Merauke sampai saat ini belum pernah melakukan tawuran, ini merupakan suatu keberhasilan para guru dan juga pemerintah.

Sementera itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merauke, Dra. Maria Goreti Letsoin,M.Pd mengatakan perayaan natal dan tahun baru sebagai salah satu visi dan program kerja SMA Negeri 1 Merauke. Sesuai dengan tema ‘Hendaklah damai sejahtera kristus memerintah dalam hatimu’. Damai itu indah dan menjadi sebuah kebutuhan dan dambaan oleh setiap manusia. serta tidak melihat dari datang belakang manapun harus diperjuangkan.

“Damai menjadi kekuatan agar dapat bekerja dengan baik, kekeluargaan dengan baik karena kita berasal dari latarbelakang bisa belajar dengan menyenangkan bakat dan minat. Apa yang menjadi cita-cita dirasakan oleh anak-anak yang kita bina dan didik,”tandasnya.