Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Transaksi Non Tunai di Papua Menurun

 

Wamena, – Perkembangan transaksi non tunai di Papua cenderung mengalami penurunan dibanding triwulan IV 2017.

Penurunan ini diketahui dari transaksi sistem kliling nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Papua pada triwulan I Tahun 2018. Demikian dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Fauzan dalam kegiatan Desiminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Bank Indonesia, di hotel Baliem Pilamo Wamena kabupaten Jayawijaya, Kamis (7/6).

Lebih lanjut dijelaskannya, penurunan transaksi non tunai ini terjadi pada volume dan nominal. “Tercatat, transaksi SKNBI mencapai 2,78 triliun dan volume 80,218 lembar warkat. Dilihat dari pertumbuhannya, volume transaksi SKBNI mengalami peningkatan 0,34 persen (yoy) sedangkan nilai transaksi mengalami penurunan sebesar 9,38 persen (yoy),” ujar Fauzan.

Sementara itu transaksi yang dilakukan melalui Sistem BI-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) di propinsi Papua pada triwulan I tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Aliran uang kartal melalui BI menunjukkan posisi net inflow uang pada triwulan pertama bersumber dari uang masuk sebesar 4 trilyun. Uang masuk lebih banyak daripada uang keluar yang tercatat sebesar 805 miliar. Kondisi triwulan I tahun 2018 relatif paling tinggi,” ujarnya.

Sementara itu uang tidak layak edar yang dimusnahkan di KPw BI propinsi Papua mengalami peningkatan.

“Pemusnahan uang tidak layak edar merupakan bagian dari kebijakan Clean Money Policy. Yaitu upaya BI menjaga kualitas uang yang beredar di Papua. Dan untuk hal ini BI mengadakan bank keliling,” ujar Fauzan.