Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Transaksi di Pasar Murah Non Tunai Gunakan Kartu ATM

 

JAYAPURA – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua bersama perbankan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan pasar murah non tunai untuk pengendalian inflasi menjelang lebaran tahun 2018.

Pasar murah yang digelar selama tiga hari (6-8 Juni 2018) menyediakan 24 stand bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terlebih yang akan merayakan Idul Fitri 1439 H.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, pasar murah tahun ini merupakan pasar murah yang rutin diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Transaksi di pasar murah tahun ini sama dengan tahun 2017 yakni secara non tunai, hanya saja tahun ini sistem pembayaran menggunakan kartu ATM melalui loket perbankan yang ada di pasar murah.

“Tahun lalu menggunakan e-money (uang elektronik), tapi setelah dievaluasi, tahun ini tidak lagi menggunakan e-money, tapi kartu ATM. Walau demikian, e-money tetap berlaku, “papar Joko, dalam kegiatan pasar murah non tunai, Kamis (7/6/2018).

Sementara itu, tahun 2017 pihaknya telah menerbitkan kurang lebih 1.000 kartu uang elektronik (e-money) pada kegiatan pasar murah non tunai.

Namun dari jumlah tersebut, penggunaan uang elektronik masih tergolong kecil lantaran tak didukung dengan jumlah merchant yang menerima pembayaran menggunakan uang elektronik.
Berdasarkan ini pula, pihaknya merubah strategi transaksi di pasar murah non tunai tahun ini.

“Transaksi di pasar murah non tunai tak lagi menggunakan kartu uang elektronik, tetapi menggunakan kartu ATM, tujuannya untuk mendorong masyarakat menyimpan uang di bank, lalu belanja menggunakan ATM tak perlu repot membawa uang tunai terlebih dalam jumlah besar, “jelas Joko.