Pasific Pos.com
Info Papua

TNI-Polri Gelar Rakor Dalam Rangka Pengamanan Pilkada

 

Jayapura,– Dalam rangka pengamanan pilkada gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati di provinsi Papua, Polda Papua menggelar rapat koordinasi TNI-Polri yang dilaksanakan di aula Rastasamara Polda Papua, Jumat (9/2/18) siang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend George E. Supit, serta Kapolres dan dandim di jajaran Polda Papua dan Kodam XVII/ Cenderawasih.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan Rapat Pimpinan TNI-Polri sebagai tindak lanjut dari Rapat Pimpinan di tingkat Nasional yang dilaksanakan di Mabes TNI beberapa waktu lalu. Kegiatan ini untuk menyambut pelaksanaan pengamanan Pilkada serentak tahun 2018 di Papua dan meningkatkan sinergitas serta kekompakan TNI-Polri.

“Rangkaian pilkada sudah masuk dalam tahap pendaftaran untuk tingkat bupati dan beberapa kabupaten yang melaksanakan pilkada bupati dan wakil bupati di Papua, itupun bervariasi dinamika situasinya. Ada yang memanas, ada yang kondusif dan ada pula daerah yang harus kita awasi tingkat keamanannya,” ucapnya.

Kata Boy, pengamanan pilkada untuk Polda Papua melibatkan dua ribu personil bahkan sampai empat ribu personil dimana ploting pengamanan Pilkada untuk jajaran TNI akan di tempatkan dan difokuskan di Jayapura, sementara itu estimasi kekuatan yang turunkan ditahap awal hingga pendaftaran baru melibatkan 1/3 kekuatan yang ada.

“Cara bertindak lebih mengedepankan preventif dan proaktif menyesuaikan eskalasi situasi kondisi yang ada, laksanakan simulasi pengamanan dalam rangka persiapan pengamanan pilkada yang akan dilaksanakan di atas tanggal 12 Februari. Jangan berpikir under estimator terhadap penetapan paslon, harus selalu siap dan waspada terhadap segala situasi yang ada,” kata Boy.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih dalam sambutannya pun menuturkan TNI-Polri harus bersatu dan saling berkoordinasi dalam menjaga situasi aman dan kondusif mengingat Papua dipetakan dalam daerah rawan konflik di Indonesia.

“Di Papua sendiri dari analisis intelijen ajang pilkada terpanas dan terberat dan seluruh anggota baik TNI dan Polri dituntut untuk kerja keras sehingga dari sekarang harus beperan aktif untuk mensosialisasikan agar pilkada berjalan baik aman dan lancer,” ungkapnya.

Dirinya pun mengharapkan agar para Kapolres, Dandim, Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus berperan aktif untuk melakukan deteksi dini serta melakukan pendekatan kepada para tokoh masyarakat, agama serta lapisan masyarakat untuk menciptakan pilkada damai di Papua.

Supit pun menambahkan untuk langkah dalam mencegah terjadinya konflik pilkada Kodam XVII/Cenderawasih memiliki dua strategi yakni strategi eksternal dan strategi internal.

“Untuk Strategi eksternal kami melaksanakan pendekatan dengan Forkompinda, menghimbau masyarakat agar pemilukada damai, menghimbau pihak yang terlibat pemilukada, sementara Strategi Internal yaitu kami memberikan pencerahan kepada anggota di daerah agar pemilukada berjalan dengan lancar aman dan damai, setiap tahapan dapat dilalui dan pilkada 2018 supaya sukses. Jaga kekompakan antara TNI- Polri dan jalin komunikasi yang baik dngn stakeholder terkait,” ujar Pangdam.