Pasific Pos.com
Kriminal

Tiga Guru Honorer Jadi Tersangka Pengrusakan Kantor Dinas Pendididikan Mimika

 

Timika, Sebanyak tiga orang guru honorer ditetapkan sebagai tersangka Mimika, perusakan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika. Ketiganya berisial AB, TY dan WB yang merupakan guru perempuan.

Penetapan ketiga guru tersebut sebagai tersangka setelah penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Reskim) Polres Mimika melakukan pemeriksaan intentif kepada 10 orang yang diamankan Polres Mimika paska perusakan Kantor Dinas Pendidikan. Dari hasil pemeriksaan, gelar perkara, olah TKP dan rekaman video, maka penyidik menetapkan tiga tersangka.

“Dari 10 orang yang kami amankan kemarin, tiga orang kami tetapkan sebagai tersangka, yakni AB, TY, dan satu orang guru perempuan WB,” kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gusti AG Ananta Pratama, SH SIK MH saat dihubungi melalui telephon selulernya.

Lebih lanjut dikatakan ketiga orang ini dijerat dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 170 KUHP tentang perusakan.

Pasal 160 KUHP memiliki makna yaitu, barang siapa dimuka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang.

Kasat Reskrim menegaskan, penyidikan terhadap perusakan Kantor Dinas Pendidikan akan terus berlanjut, dan pada Sabtu siang seorang guru berinisial SP berhasil diamankan.

“SP diamankan setelah kami melihat barang bukti dan keterangan saksi. Namun saat ini SP statusnya masih sebagai saksi. Dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” tuturnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Jumat (22/6) Kantor Dinas Pendidikan Mimika dirusak sekelompok oknum guru honorer. Hal ini dikarenakan tidak terealisasinya pertemuan antara guru honorer, Kepala Dinas Pendidikan, Plt Bupati yang difasilitasi oleh Polres Mimika.