Pasific Pos.com
Headline

Tidak Ada Pelayanan, Pjs Bupati Waropen Langsung Datangi Kantor Disdukcapil

Pjs-Bupati-Sidak-Kantor-Dinas--
Pjs Bupati Waropen Muhammad Musaad saat memberikan penjelasan kepada pegawai honorer dan PNS di kantor Disdukcapil.

Waropen – Dari Pengumuman CPNS fomasi 2018, salah satu tenaga honorer di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tidak lulus, melakukan aksi pemadaman server kependudukan, yang membuat pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan selama tiga hari.

Mengetahui hal tersebut Pjs Bupati Waropen DR.Drs. Muhammad Musaad,M.Si langsung mendatangi kantor Disdukcapil, untuk memastikan penyebab tidak adanya pelayanan yang membuat masyarakat mengurus administrasi kependudukan terkendala.

Pjs Bupati Waropen saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa hal ini terjadi karena adanya kekecewaan dari salah satu tenaga honorer yang selama ini bekerja di Dinas Kependudukan dalam pengimputan data tidak lulus tes CPNS formasi 2018.

“tenaga honorer ini merasa kecewa atas hasil tes CPNS dan kemudian bukan memalang tetapi menghentikan sementara pelayanan itu”. Jelas Musaad.

Lanjut dijelaskan, bahwa formasi CPNS 2018 merupakan formasi Umum yang sudah berdasarkan pada sistem aplikasi sehingga siapapun tidak punya kemampuan mengotak atik hasil yang suda ada, bahkan Ia juga telah memerintahkan kepala Kepegawaian untuk membuka hasil yang didapatkan oleh peserta tes CPNS untuk mengetahui perolehan angka, hal ini dilakukan untuk membuktikan tidak ada yang di tutup-tutupi atau atas hasil tes CPNS formasi 2018 tersebut.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa untuk formasi tahun 2021 mendatang yang direncakan akan digelar pada bulan maret, Ia selaku Pjs Bupati dan juga Asisten II Provinsi Papua akan berupaya dengan kemampuan yang dimiliki, memastikan honorer yang sudah bekerja dari tahun 2012 menjadi prioritas untuk dapat diterima.

“penerimaan yang akan datang ini memprioritaskan yang honorer, mudah-mudahan upaya kita berhasil sehingga adek-adek ini juga mendapatkan haknya karena sudah lama berkarya untuk kepentingan masyarakat Waropen”.

Sementara itu Arnol Buiney yang merupakan honorer yang bekerja dibagian operator ADB di kantor Disdukcapil Waropen sejak tahun 2012 mengaku

“setelah ketemu dengan bapak Pjs Bupati kekesalan saya sudah berkurang dan saya menerima penjelasan dari bapak, selanjutnya mulai besok saya akan kembali bekerja untuk memberikan pelayanan dan membuka server” ungkap Arnol.

Ia juga mengakui bahwa server di Disdukcapil dimatikan sejak hari senin (2/11) hingga rabu (4/11), lanjut disampaikan bahwa aksi mogok kerja yang ia lakukan adalah karena ketidak puasan atas hasil pengumuman tes CPNS formasi 2018, dimana dia telah mengabdi kurang lebih sembilan tahun, tetapi tidak di prioritaskan oleh Pemerintah setempat.

“saya ini kan honor lama, dari kategori K2, K3 tidak ada nama, hinga tes kemarin juga saya tidak tembus sehingga saya kecewa, tetapi setelah bertemu dengan Pak Pjs Bupati saya merasa puas”. Jelasnya.

Pria yang mempunyai Pendidikan sarjana Ilmu Pemerintahan ini, pada saat tes CPNS yang lalu, mengambil formasi penyusunan risalah pada instansi DPRD dengan kuota dua orang, dari lima pendaftar yang ikut dalam seleksi tes CPNS formasi 2018, dari tiga orang yang tidak lulus termasuk dirinya. Ucap Arnol.

Artikel Terkait

Pelantikan Bupati dan Wabub Waropen Terpilih Ditunda, Ini Penjelasannya

Afrans

BISMA Siap Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waropen

Afrans

Rapat Bersama Eksekutif-Legislatif Bahas KUA PPAS dan LPP APBD

Afrans

KMPS Mandiri Pelayaran Perdana Angkut BBM ke Waropen

Afrans

Tak Ada Kompetisi, Kapten Persewar Waropen Bantu Istri

Afrans

Persewar Waropen Resmi Bubarkan Aktivitas Tim

Afrans

Menilai Ada Kejanggalan, DPRD Waropen Bentuk Pansus Mengidentifikasi APBD 2020

Afrans

Pemda Dorong Gelar S1 Untuk Semua Guru Sekolah di Waropen

Afrans

Pilkada Waropen, 158 Surat Suara Dibakar

Afrans